Survei Terkini: AHY Paling Berpeluang jadi Cawapres Jokowi

Kamis, 03 Mei 2018 – 18:37 WIB
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) memperlihatkan dua nama paling diunggulkan sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Dua nama dimaksud adalah Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, elektabilitas AHY dan Anies jauh melampui 17 nama kandidat lain.

BACA JUGA: Pak JK Sudah Bijaksana, Jangan Dipaksa Maju Lagi

“AHY tertinggi, mencapai 16,3 persen. Disusul Anies 13 persen. Nama lain persentasenya di bawah sepuluh persen,” ujar Burhanuddin saat merilis hasil survei di kantor IPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Burhanuddin kemudian menyebut nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, persentasenya hanya 7 persen. Kemudian Menteri Keuangan Sri Mulyani (6,1 persen), mantan Ketua MK Mahfud MD 5 persen dan Wali Kota Bandung yang saat ini maju sebagai calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil (3,9 persen).

BACA JUGA: Percayalah, Tito Karnavian Tidak Akan Mau Jadi Cawapres

"Dalam bursa kandidat cawapres Jokowi juga terdapat nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Namun persentasenya sangat kecil. Hanya 2,9 persen. Demikian juga Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (2,6 persen),” ucapnya.

Dari simulasi sebelas nama, hasil survei IPI juga memperlihatkan nama AHY paling banyak dipilih untuk maju sebagai cawapres mantan Wali Kota Surakarta tersebut. Persentasenya mencapai 22,4 persen.

BACA JUGA: Bursa Capres-Cawapres, Emrus: Dikotomi Tua-Muda Tak Relevan

“Kemudian disusul Sri Mulyani (10,5 persen), Mahfud MD (8,4 persen), Tito (5,7 persen), Muhaimin (4 persen), Chairul Tanjung (3,5 persen), Budi Gunawan (2,8 persen), Puan Maharani (2,4 persen), Din Syamsuddin (1,8 persen), Moeldoko (1,5 persen) dan Jimmly Asshidiqqie (0,2 persen)," kata Burhanuddin.

Survei IPI dilaksanakan pada 25-31 Maret 2018 lalu dengan jumlah sampel 1.200 responden. Margin of error lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling.

Populasi survei warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam Pemilu 2019. Yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masyarakat Sudah Terbelah Sejak Pilpres 2014 dan Pilkada DKI


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler