Sutarmidji Salurkan Paket Bantuan dari Jokowi untuk Korban Banjir Sintang

Kamis, 18 November 2021 – 21:00 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmijdi menyalurkan bantuan dari Presiden Joko Widodo untuk korban banjir di Sintang, Kamis (18/11/2021) ANTARA/HO

jpnn.com, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Sintang, Kalbar.

Gubernur Sutarmidji mengungkap itu saat menyalurkan 5.000 paket sembako bantuan dari Presiden Jokowi untuk korban banjir di Kabupaten Sintang, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Jokowi Kirim 5.000 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sintang 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden yang telah memberikan bantuan khusus untuk masyarakat yang menjadi korban banjir di Sintang sebanyak 5.000 paket,” kata Sutarmidji di Pontianak.

Adapun bantuan dari Presiden Jokowi yang telah disalurkan tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh celup dan biskuit.

BACA JUGA: Barikade 98 Minta Prabowo Mundur atau Pecat Fadli Zon, Arief Poyuono Bereaksi, Tegas 

Bantuan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi korban banjir.

Sutarmidji mengaku juga sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa banjir bukan hanya terjadi di Sintang, tetapi juga di Kabupaten Kapuas Hulu, Sekadau, Sanggau, dan Melawi. 

BACA JUGA: Jokowi Ungkap Penyebab Banjir di Sintang, Ternyata

Oleh karena itu, dia berharap setelah ini ada lagi bantuan untuk kabupaten lain yang mengalami musibah banjir. Sehingga,  kata dia, setelah itu bantuan dari masyarakat yang dikoordinasikan Pemprov Kalbar bisa didistribusikan ke daerah lainnya.

Sutarmidji juga menambahkan hari ini Pemerintah Provinsi Kalbar sudah mengirim untuk dapur umum ke Kapuas Hulu, ke Sanggau, Sekadau dan Melawi.

"Nanti, hari Minggu saya ke sana membawa kurang lebih 6 sampai 10 truk, kalau bisa. Akan kami distribusikan kepada yang terdampak. Semuanya, tidak hanya satu kabupaten," tuturnya.

Sutarmidji juga mengimbau kepada daerah yang mengalami musibah banjir agar bisa menetapkan status darurat bencana supaya cadangan beras bisa dicairkan. 

"Supaya cadangan pangan di masing-masing kabupaten yang ada 100 ton itu bisa dicairkan. Minimal masyarakat memiliki beras dulu, baru kita bicara dengan kebutuhan-kebutuhan lain," katanya. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler