Syarief Hasan: Santri Jangan Minder, jadi Presiden pun Bisa

Sabtu, 21 November 2020 – 21:24 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, CIANJUR - Wakil Ketua MPR Dr. H. Sjarifuddin Hasan, SE, MM, MBA mengatakan bahwa di era reformasi sekarang ini bukan saatnya lagi santri dan siapa pun minder atau tidak percaya diri dalam usaha meraih cita-cita. 

Sosok yang kondang dengan nama Syarief Hasan itu menegaskan bahwa di zaman luar biasa ini, nilai kebinekaan sangat dijunjung tinggi, sehingga peluang menjadi apa pun, bahkan presiden sekalipun terbuka lebar.

BACA JUGA: Dialog dengan Santri, Syarief Hasan: Tugas Utama Generasi Muda Bangsa Menuntut Ilmu

"Menurut saya, keadaan seperti itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.  Jika kalian para santri merasa mampu serta memiliki karakter kuat, tahan banting, jangan ragu-ragu raih mimpi kalian," katanya di hadapan ratusan santri Ponpes Al-Uzlah, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam acara 'Temu Tokoh Nasional bersama Wakil Ketua MPR Syarief Hasan', Sabtu (21/11).

Hadir dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut, Pimpinan Ponpes KH. Aceng Yazid, Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Murid Nanang Sutarja, Wakil Kepala Sekolah SMPIT Al-Uzlah Iden Mulyadi serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

BACA JUGA: Syarief Hasan Ajak Para Santri Ikut Menerapkan Empat Pilar MPR

Syarief Hasan mengatakan bahwa yang diperlukan untuk meraih keinginan adalah seberapa besar dan kerasnya usaha.

Namun, lanjut dia, tentunya dengan jalan yang baik, tidak bertentangan dengan hukum dan etika.  

BACA JUGA: Syarief Hasan: Pemerintah Harus Buktikan Bisa Keluar dari Resesi dengan Omnibus Law

Pimpinan MPR dari Partai Demokrat
ini mengungkapkan tidak ada alasan minder menjadi santri, sebab sistem pembelajaran ponpes sangat baik. 

Bahkan, lanjut dia, belajar di ponpes memiliki nilai lebih karena mendalami ilmu agama, serta pengetahuan dan teknologi. 

Mantan menteri negara koperasi, usaha kecil dan menengah ini mengingatkan Indonesia pernah memiliki presiden dari kalangan santri yakni KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

Indonesia juga pernah dipimpin seorang presiden perempuan yaitu Megawati Soekarnoputri.

"Jadi, santri atau bukan, pria atau wanita, semuanya memiliki peluang besar menjadi presiden," kata dia.

Nah, Syarief di sela-sela pembicaraannya kemudian menggelar kuis dadakan dengan tujuan menguji wawasan para santri.

Salah satu pertanyaannya adalah siapakah nama wakil presiden Amerika Serikat (AS), pasangan Presiden terpilih AS Joe Biden.

Siti Zahra, salah seorang santriwati kemudian berdiri, meraih mik dan langsung menjawab lugas. "Wakil presiden AS terpilih adalah Kamala Harris," jawab Siti.

Syarief Hasan memberi respons dengan bertepuk tangan, seraya berseru, "Jawaban betul, mantap sekali."

Syarief kemudian menjelaskan Kamala Harris adalah perempuan pertama keturunan Asia yang menjadi wapres terpilih AS dalam sejarah negara adidaya tersebut. 

"Saya kagum, wawasan santri bahkan sampai ke isu internasional.  Pertahankan dan tingkatkan dengan menggali pengetahuan lainnya," nasihatnya.

Syarief meminta para santri lainnya untuk selalu mempertajam wawasan dari berbagai sumber, bisa melalui media massa, buku-buku, atau bertanya dan diskusi dengan para senior maupun guru-guru. 

"Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang ketika saya bertemu seorang pemimpin daerah misalnya dan bertanya siapa anda, dijawab dengan bangga 'saya adalah santri'," kata Syarief. (*/jpnn)

 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler