Syarief Hasan Sebut Kebijakan Tenaga Honorer di Masa Presiden SBY Lebih Baik

Selasa, 11 Juli 2023 – 19:42 WIB
Wakil Ketua MPR Syariffuddin Hasan saat menerima kedatangan 45 tenaga honorer yang tergabung dalam Aliansi Honorer Nasional (AHN) di Gedung DPR/MPR. Foto: dok MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syariffuddin Hasan menerima kedatangan 45 tenaga honorer yang tergabung dalam Aliansi Honorer Nasional (AHN) di Ruang GBHN, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Pria yang akrab disapa Syarief Hasan itu mengatakan para tenaga honorer menyampaikan berbagai macam masalah dan keluh kesah nasib mereka, seperti gaji kecil, tidak jelasnya status kepegawaian, serta masa depan yang tidak jelas.

BACA JUGA: Syarief Hasan Peringatkan Dampak Buruk Jika Pembebasan Pilot Susi Air Pakai Tebusan

Mereka yang mengabdikan diri di berbagai bidang kehidupan merasa tidak dihargai meski telah berpuluh-puluh tahun sudah mendarmabaktikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Mendengar aspirasi, curhat, dan keluhan para tenaga honorer, Syarief Hasan mengatakan dirinya meresapi dan terharu pada kondisi mereka yang saat ini tengah memperjuangkan nasibnya.

Dia mengakui masalah yang menimpa para tenaga honorer sudah lama terjadi.

BACA JUGA: Ratusan Jemaah Haji Wafat, Syarief Hasan Berbelasungkawa

“Dan Partai Demokrat selalu menyuarakan keberpihakan kepada tenaga honorer," kata dia.

Pria asal Sulawesi Selatan itu mengakui tenaga honorer sudah mendarmabaktikan seluruh tenaga dan pikiran selama berpuluh-puluh tahun, tetapi saat ini pemerintah tidak peduli dan memikirkan.

“Kami terkejut dan tidak menyangka," ujarnya.

Dia menjelaskan di masa sebelumnya keberadaan tenaga honorer banyak mengalami kemajuan. “Di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tenaga honorer sangat diperhatikan," tuturnya.

BACA JUGA: Syarief Hasan: Keberadaan TNI di Papua Makin Dibutuhkan

Dia menyebut pada masa itu hampir 2 juta tenaga honorer. Dari jumlah sebanyak itu, lebih dari 1 juta tenaga honorer diangkat menjadi ASN.

“Setelah pemerintahan berganti, kesempatan tenaga honorer menjadi ASN menjadi tertutup," ujarnya.

Dia menegaskan setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Hal demikian diamanatkan oleh UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27.

“Amanat itu jelas bisa dibaca oleh pemegang kekuasaan," ungkapnya.

Keberpihakan pada tenaga honorer inilah yang membuat dirinya dengan terbuka menerima mereka di gedung wakil rakyat.

“Meski MPR dan DPR mempunyai tugas masing-masing tetapi saya mau menerima AHN," ungkapnya.

“Aspirasi yang disampaikan akan saya sampaikan ke komisi terkait di DPR," tambahnya.

Dia mengatakan sering menyuarakan tentang penting dan perlunya berpihak pada tenaga honorer.

Dirinya sepakat dengan usulan, aspirasi, dan keinginan, sehingga mereka harus diberikan ruang yang luas agar bisa diangkat menjadi ASN.

Hal demikian menurutnya sangat wajar karena tenaga honorer sudah terbukti memberikan darma baktinya pada bangsa dan negara.

“Saya memberi apresiasi kepada tenaga honorer di bidang kesehatan yang bekerja tanpa memperhitungkan keselamatan dirinya di tengah pandemik Covid-19," pungkas Syarief Hasan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syarief Hasan Sebut Pembangunan Infrastruktur Belum Mampu Mengurai Kemiskinan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler