Syarief Sebut Kebijakan Pemerintah ini Sangat Berbahaya

Selasa, 06 Juli 2021 – 22:32 WIB
Wakil Ketua MPR RI Syarif Hasan ditemui dalam sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020) (ANTARA/Fathur Rochman)

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menilai Indonesia tidak perlu malu mencontoh kesuksesan Amerika Serikat menangani COVID-19.

Syarief kemudian mendorong pemerintah Indonesia berkaca pada kebijakan yang diambil negara tersebut agar dapat lepas dari pandemi COVID-19.

BACA JUGA: 3 Poin Penting agar PPKM Darurat Sukses, Nomor 2 Cukup Berat Sehingga Perlu yang Ketiga

“Indonesia tidak perlu malu mencontoh negara lain, seperti Amerika Serikat, karena berhasil keluar dari pandemi."

"Mereka melakukan pembatasan ketat dan lokalisasi kasus, sehingga COVID-19 tidak menyebar terus menerus," ujar Syarief Hasan dalam keterangannya, Selasa (6/7).

BACA JUGA: Wahai Para Pelamar CASN, Jangan Tergiur Iming-iming Oknum ya

Politikus Partai Demokrat ini kemudian mendorong pemerintah melakukan evaluasi dalam menangani laju penyebaran pandemi COVID-19.

Pasalnya, jumlah kasus positif maupun meninggal dunia terus meningkat dari hari ke hari.

BACA JUGA: COVID-19 Mengganas, 584 Kiai Wafat, HNW Ingatkan Pemerintah Begini

Selain itu, juga terdeteksi varian baru delta COVID-19 yang disinyalir berasal dari luar negeri.

Kondisi yang dialami Indonesia saat ini, berbanding terbalik dengan kondisi di Amerika Serikat.

Negara itu telah mengumumkan berakhirnya pandemi COVID-19 pada Minggu (4/7) kemarin.

Padahal, Amerika Serikat awalnya merupakan negara yang paling parah dalam melaporkan jumlah infeksi COVID-19.

Bahkan, ada yang membandingkan kasus COVID-19 Indonesia lebih baik dibandingkan Amerika.

Namun, Amerika kemudian berhasil keluar dari pandemi yang ditandai dengan pelandaian kasus harian COVID-19, sementara Indonesia mencatat peningkatan tertinggi.

Menurut Syarief Hasan, Pemerintah Indonesia juga sudah membuat kebijakan pembatasan namun belum tegas dalam implementasi di lapangan.

“Sebenarnya pemerintah Indonesia telah membuat kebijakan yang baik, seperti pelarangan mudik, protokoler kesehatan, hingga terbaru PPKM darurat."

"Namun, kebijakan tersebut belum terimplementasi secara tegas dan konsisten dan langkah kesiapan fasilitas kesehatan serta tenaga medis yang dibutuhkan," ucap Syarief Hasan.

Dia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang membuka akses masuk WNA di masa pandemi COVID-19.

Salah satu langkah pemerintah yang berbahaya lanjut dia adalah masih membiarkan masuknya WNA ke Indonesia.

"Padahal, WNA tersebut berpotensi menyebarkan COVID-19, khususnya varian baru delta dan lain-lain yang berkembang di luar negeri,” kata Syarief Hasan.

Data dari Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan kenaikan kasus positif harian mencapai 29.745 kasus pada Senin, 5 Juli 2021.

Angka tersebut adalah kasus harian tertinggi kedua di dunia pada Senin kemarin.

Total kasus positif COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak diumumkan pertama kali awal maret sebesar 2,31 juta kasus.

Syarief mengatakan penambahan kasus dan munculnya varian baru disebabkan tidak tegasnya pemerintah dalam melakukan pembatasan.

“Dari berbagai kajian menunjukkan bahwa varian baru COVID-19 berasal dari luar negeri yang menyebar di Indonesia antara lain karena kurang ketatnya pembatasan masuknya WNA ke Indonesia," kata Syarief Hasan.

Syarief Hasan juga mendorong pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tegas.

Pemerintah harus mengevaluasi implementasi PPKM Darurat di lapangan.

"Pemerintah juga harus menunjukkan ketegasan terkait masuknya WNA di Indonesia," pungkas Syarief Hasan.(Antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler