Pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) memperpanjang l'ockdown' untuk Sydney dan sekitarnya selama tujuh hari setelah ditemukan 27 kasus positif COVID-19.

'Lockdown' diperpanjang hingga tanggal 17 Juli untuk setiap orang yang berada di Greater Sydney, Blue Mountains, Central Coast, serta wilayah Wollongong dan Shellharbour.

BACA JUGA: Gubernur Sutarmidji: Waspada, Tingkat Keterjangkitan Covid-19 Makin Tinggi, Varian Baru Sangat Mungkin Masuk

Pembatasan sosial yang diberlakukan di semua wilayah negara bagian juga akan berlanjut.

Menteri Utama (Premier) NSW, Gladys Berejiklian mengatakan perpanjangan 'lockdown' merupakan keputusan yang sulit.

BACA JUGA: Pasien COVID-19 Bergelimpangan di RS, Ada Saran dari Herzaky untuk Pemerintah

"Kami menghormati dan memahami tekanan akibat lockdown ini bagi individu, keluarga, dan, tentu saja untuk bisnis," katanya.

"Tapi akan jauh lebih buruk bila kita berada dalam situasi lockdown berulang-ulang sampai tersedia vaksin tersedia untuk kita semua," ujar Premier Gladys.

BACA JUGA: Hamdalah, Pasien COVID-19 yang Dirawat di Wisma Atlet Berkurang Lumayan Banyak

Siswa yang tadinya hendak kembali sekolah minggu depan di Greater Sydney, Blue Mountains, Central Coast, Wollongong, dan Shellharbour, akan belajar dari rumah selama empat hari.

Sekolah-sekolah telah ditutup untuk mengurangi pergerakan orangtua dan siswa, tapi Premier Gladys mengatakan sekolah akan terbuka khusus untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja di sektor esensial.

Pejabat tertinggi bidang medis NSW, Kerry Chant mengatakan ada 37 pasien COVID-19 di rumah sakit, delapan di antaranya berusia di bawah 35 tahun.

"Strain Delta bukanlah penyakit ringan. Ini bisa ringan pada beberapa orang, tapi bagi banyak orang lainnya dapat menyebabkan rawat inap dan kematian," jelasnya. Melbourne semakin dilonggarkan

Sementara itu, pembatasan sosial di Melbourne dan wilayah lainnya di negara bagian Victoria, semakin dilonggarkan.

Terhitung mulai hari Kamis 8 Juli, kewajiban menggunakan masker akan dilonggarkan.

Namun warga Victoria tetap harus membawa masker setiap kali mereka meninggalkan rumah.

Mereka tetap wajib mengenakannya di dalam ruangan yang berhubungan dengan orang lain, seperti di dalam bioskop, pusat perbelanjaan, supermarket, transportasi umum, dan perhotelan.

"Ini terkait dengan akal sehat bahwa masker berfungsi membuat kita tetap aman, murah, tidak terlalu memaksakan dan sangat efektif," ujar Menteri Kesehatan Victoria Martin Foley.

Selain itu, aturan jumlah orang yang dapat berkunjung ke rumah menjadi maksimal 15 orang, untuk pertemuan di tempat umum maksimal 50 orang.

Namun untuk kegiatan publik seperti olahraga, kapasitas stadion terbuka hanya dibolehkan hingga 75 persen, sedangkan stadion tertutup maksimal 7.500 orang.

Bioskop diperbolehkan memiliki kapasitas 75 persen, hingga 2.000 penonton.

Untuk tempat hiburan tanpa tempat duduk, dapat menampung hingga 300 orang per ruangan.

Perkantoran dapat memiliki maksimal 75 persen staf bekerja di tempat, dengan mengikuti aturan satu orang per 2 meter persegi.

Tidak ada batasan jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke tempat hiburan, namun hanya 50 orang yang diperbolehkan berada di lantai dansa secara bersamaan.

Jumlah orang yang diizinkan hadir di pesta pernikahan tetap 300 orang, tergantung pada batas kepadatan tempat.

Pemerintah Victoria juga menyatakan masker tidak lagi wajib dikenakan saat menghadiri pesta pernikahan.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari berbagai sumber di ABC News.

BACA ARTIKEL LAINNYA... RS Penuh Akibat COVID-19, Ruang Isolasi di Desa Jadi Solusi

Berita Terkait