Tabrak Avanza, Penunggang Honda Kritis

Rabu, 22 April 2015 – 04:33 WIB

jpnn.com - BANDARLAMPUNG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di dekat flyover Sultan Agung, Jl. Soekarno–Hatta, Bypass, Wayhalim, Selasa (21/4). Akibatnya, satu orang terpaksa harus dirawat intensif di RS Imanuel.

Radar Lampung (Grup JPNN.com) melaporkan, lakalantas itu melibatkan minibus Avanza hitam tanpa pelat yang diduga dikemudikan Brigpol Endana Aprinata (EA). Dia diketahui merupakan anggota Polres Lampung Barat.

BACA JUGA: Anggaran Bengkak, Pemekaran RT Disetop

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Ketika itu, Endana melaju dari arah Rajabasa menuju Panjang. Namun, sekitar 20 meter sebelum flyover, mobil Endana diduga mengalami pecah ban kanan depan. Avanza itu langsung oleng dan terbang melewati pemisah jalan.

Sementara di saat bersamaan, dari arah Panjang sepeda motor Honda Beat BE 5447 YX merah melintas. Sepeda motor itu dikemudikan Napitupulu (47). Ketika mobil Avanza merangsek ke  jalur berlawanan, Napitupulu tak sempat lagi mengelak. Akibatnya, sepeda motornya menghajar bodi kiri depan Avanza. Terdengar bunyi cukup keras ketika tabrakan terjadi.

BACA JUGA: Belasan PNS Tolak Dikenai Sanksi Disiplin

Napitupulu terpental ke arah kiri. Sedangkan mobil Avanza terus melaju. Hingga akhirnya tercebur ke dalam parit di pinggir jalan. Sepeda motor Napitupulu hancur total di bagian depan. Sementara mobil Avanza rusak di bagian bodi depan dan ban depan kanan pecah.

"Saya langsung ke sini karena mendengar adanya suara kecelakaannya yang begitu keras," terang Sinta, warga yang melintas di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Juru Parkir Liar Masih Berkeliaran

Napitupulu langsung dibawa ke RS Imanuel yang letaknya tak jauh dari lokasi kecelakaan. Oleh Satlantas Polresta Bandarlampung, kedua kendaraan langsung diamankan.
"Bayangin aja, Mas. Saya yang rumahnya seberang sana langsung kaget karena suara kerasnya,” kata Sinta lagi.

Napitupulu hingga pukul 17.00 WIB masih dirawat intensif di ruang IGD RS Imanuel. Warga Kelurahan Waykandis, Tanjungsenang, itu dalam keadaan tak sadarkan diri. Dari pantauan Radar Lampung, di bagian lengan kiri Napitupulu sudah diperban. Dia juga mengenakan alat bantu pernapasan dan diberi infus.

Dia diduga mengalami patah kaki kanan dan kiri, patah lengan kanan kiri, serta kepala mengalami perdarahan.

"Saya tidak tahu, apakah di bagian kepalanya parah atau tidak karena masih ditangani. Yang jelas, kedua kaki dan tangannya patah,” kata petugas yang enggan menyebutkan namanya.

Terpisah, Wakasatlantas Polresta Bandarlampung AKP Nurrohman saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

"Iya, benar. Petugas sudah mendatangi dan olah tempat kejadian perkara. Masih ditindaklanjuti petugas," ungkapnya. (mhz/c2/wdi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Ini, Polwan Sulsel Resmi Berjilbab


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler