Tahun Baru di Bulan Maret

Selasa, 06 Maret 2018 – 04:58 WIB
Kalender Julian gubahan Julius Caesar bersama ahli Taurat dan astronomi. Foto: World Last Chance

jpnn.com - DAHULU kala, 45 tahun Sebelum Masehi, perayaan tahun baru setiap awal Maret. Bukan 1 Januari.

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network

BACA JUGA: Pejuang ini Dianugerahi Gelar Bapak Ilmu Pelayaran Karena...

Ilmuwan Sacha Stem bercerita dalam buku Calendars in Antiquity: Empires, States, and Societes. Semasa Maret menjadi awal tahun, jumlah bulan masih sepuluh.

Urutannya Mart, Aprilis, Meius, Junius, Quintilis, Sestilis, Septembre, Oktobre, Novembre, Decembre.

BACA JUGA: Laut Sakti Karya Bertuah

Julius Caesar sang penguasa Romawi-lah yang menggubah hitungan kalender Mesir itu menjadi 12 bulan.

Caesar menambah dua bulan--Januarius dan Februarius--yang ditempatkan di bulan pertama dan kedua.

BACA JUGA: Depati Parbo dan Hikayat Perang Kerinci

Menurut Sacha, perubahan tersebut dilakukan Caesar untuk mengakomodir unsur tradisional Romawi. Terkait musim dan mitologi.

Januarius berasal dari kata Janus, dewa berwajah dua. Ditempatkan di titik pergantian tahun karena diyakini bisa menengok masa lalu dan masa datang di waktu bersamaan.

Secara siklus alam, pada bulan itu awal datangnya musim salju.   

Februarius dari kata Febro, dewa kematian. Ditempatkan di bulan kedua, karena pada bulan itu hanya tanaman rumpun cemara yang bisa bertahan hidup. Sebab, puncak musim salju.  

Perubahan itu diberlakukan pada tahun ke 45 Sebelum Masehi. Sejak itulah Maret tak lagi diperingati sebagai tahun baru.

Ahli Taurat dan Astronomi

Julius Caesar tak sendirian. Jauh-jauh hari sebelumnya, dia memanggil Sosigenes, seorang ahli astronomi.

Merundingkan apa yang dimau Caesar, Sosigenes membekali dirinya dengan tiga risalah astronomi.

Begitu dikisahkan Pliny dalam buku Natural History yang terbit pada permulaan Masehi.

Sayangnya, Pliny Si Orang Tua--demikian ia dijuluki oleh para ahli sejarah--tidak memperinci tiga risalah tersebut.

Seorang penulis awal Masehi lainnya, Ambrosius Aurelius Theodosius Macrobius dalam buku Saturnalia mencatat...di samping Sosigenes, untuk merancang kalender baru, Julius Caesar dibantu juga oleh M. Flavius, ahli Taurat dari Alexandria, Mesir.

Rundingan antara sang penguasa Romawi dengan ahli astronomi dan ahli Taurat itulah yang merubah urutan kalender menjadi Januarius, Februarius, Mart, Aprilis, Meius, Junius, Julius, Sestilis, Septembre, Oktobre, Novembre, Decembre. 

Julius Caesar memasukkan namanya pada bulan ke tujuh; Julius. Mengganti Quintilis.

Pasangan cinta Cleopatra itu tak serampangan. Perubahan itu sesuai dengan kedudukannya. Quintilis artinya ratu atau penguasa.

Nah, karena Julius Caesar yang punya gawe, perhitungan baru itu pun dikenal sebagai Kalender Julian. 

Bulan Agustus

D. Augustus, keponakan Julius Caesar yang menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Romawi tak mau kalah.

Agar dikenang-kenang zaman, ia memasukkan namanya; Augustus pada bulan ke 8 menggantikan Sestilis. 

Alhasil, jadilah nama-nama bulan seperti yang dikenal sekarang dalam kalender Masehi.

Lebih kurang begitulah senarai ceritanya. 

Lakon bangsa Latin, bangsa yang membangun imperium Romawi. Di samping aksara, almanaknya pun mendunia. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jessica Alba Dapat Hadiah Tahun Baru Terbaik


Redaktur & Reporter : Wenri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler