Tak Cukup Hanya Peran Kementan Menjaga Kesuburan Lahan Pertanian

Kamis, 04 Mei 2017 – 20:48 WIB
Lima anggota Komisi IV DPR didampingi Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo, berdialog dengan sejumlah petani Dieng Wonosobo, di Kantor Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (3/5). Foto: Ken Girsang/jpnn.com

jpnn.com, WONOSOBO - Pengembangan pertanian tak cukup hanya dilakukan pemerintah lewat Kementerian Pertanian.

Butuh keterlibatan seluruh pihak, termasuk para petani. Untuk dapat berperan aktif.

BACA JUGA: Komisi V DPR Tinjau Infrastruktur Kalimantan Utara

Paling tidak, untuk menjaga kesuburan lahan. Karena ‎jika tidak dirawat, bukan mustahil suatu saat lahan pertanian yang ada tak lagi membuahkan hasil maksimal.

"Jadi 'ibu'-nya (lahan) dijaga. Supaya kandungannya tetap bagus. Tak ada gunanya bibit sudah bagus, tapi tingkat kesuburan lahan tak dipelihara dengan baik," ujar anggota Komisi IV DPR Ibnu Multazam, saat berdialog dengan petani Dieng Wonosobo, di Kantor Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (3/5)‎.

BACA JUGA: Diklat Komputer dan Persuratan Setjen dan Badan Keahlian DPR Resmi Dibuka

Menurut Ibnu, para petani dapat menjaga kesuburan lahan dengan pola ternak mandiri. Dengan demikian kotoran dari ternak-ternak yang ada dapat menjadi pupuk alami bagi unsur tanah yang ada.

Di sini ada domba Wonosobo, itu kan memproduksi organik. Jadi bisa dikembangkan. ‎Jadi biar ada keseimbangan, bantuan dari pemerintah di satu sisi, dan peran nyata petani‎ di sisi lain.

BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Harus Dialog Dengan Pihak Berkonflik

Pandangan tersebut diamini anggota Komisi IV lainnya, Darori Wonodipuro. Bahkan merekomendasikan agar petani mencoba menanam dengan sistem kantong plastik.

Karena tak dapat dipungkiri, lahan pertanian di Wonosobo berada di kemiringan. Sehingga seringkali air hujan yang ada, membawa serta unsur tanah ke bawah.

"Jadi menanam kentangnya dalam plastik dengan panjang lima meter dan dalamnya setengah meter. Saya harap (Kementerian Pertanian, red) coba melakukan penelitian model ini," tutur Darori.

Karena jika dibiarkan, ‎lahan pertanian di Dieng Wonosobo lama kelamaan hanya tinggal batu. Karena tanahnya habis terbawa air.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komisi IV Tinjau Hutan Adat di Pandumaan-Sapituhuta, Sumut


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler