Tambang Emas Lokal Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 03 Desember 2015 – 21:26 WIB
ilustrasi. Foto: dok jpnn

jpnn.com -  

JAKARTA -- Tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, milik PT Bumi Suksesindo (BSI) perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Diharapkan, tambang itu menjadi motor penggerak bagi perekonomian daerah dan nasional.

BACA JUGA: Permen ESDM 37 Masih Lemah dari Kamuflase Perusahaan Gas

Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, dalam skala lokal, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut bakal mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu manfaat yang bisa dirasakan masyarakat adalah penyerapan tenaga kerja. Daerah itu juga nantinya berpotensi makin menggeliat karena adanya aktivitas tambang tersebut.

"Artinya daerah itu bakal mendapat manfaat dari penambangan tadi serta tentunya mampu berkontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Marwan saat dihubungi wartawan, Kamis (3/12).

BACA JUGA: Kelompok Masyarakat Ini yang Disasar Tapera

Marwan melanjutkan, saat ini pemerintah memiliki tugas untuk menjelaskan potensi tersebut kepada masyarakat. Selain itu, besarnya potensi pendapatan tersebut harus dijamin oleh pemerintah untuk pembangunan. Di sisi lain, aparat penegak hukum juga mesti memberikan jaminan bahwa aktivitas perusahaan yang sudah mendapat izin penambangan itu bisa beroperasi secara normal.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai bahwa penambangan emas yang dilakukan PT BSI memiliki manfaat penting bagi kesejahteraan warga. “Sudah mendapat izin langsung dari pemerintah pusat,” kata pejabat yang biasa dipanggil Pakde Karwo ini.

BACA JUGA: Dorong Pemerintah Seriusi Merger BUMN Gas

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Hamidah Abdurrahman mendukung upaya penegakan hukum oleh polisi. Apalagi Kapolri Jendral Badrodin Haiti sudah menyatakan bahwa tambang milik BSI legal dan seluruh dokumennya lengkap. Karena itu, aksi anarkis terhadap aset perusahaan tidak bisa diterima. “Tindakan warga yang mencabut tiang telepon dan blokade jalan sebagai pengrusakan fasilitas umum dan tindakan anarkis,” kata Hamidah.

Sebelumnya, sekelompok orang melakukan aksi anarkis di kawasan tambang emas Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu 25 November 2015. Mereka melakukan perusakan kantor dan areal pertambangan milik perusahaan. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sudah menetapkan tiga orang tersangka. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hayo Lho... Kemenhub Evaluasi Semua Pesawat Airbus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler