Tambang Meledak, 36 Pekerja Raib

Sabtu, 20 November 2010 – 20:17 WIB
WELLINGTON - Sebuah ledakan hebat meluluhlantakkan Tambang Batu Bara Sungai Pike (Pike River) kemarin (19/11)Sekitar 36 pekerja pada tambang yang terletak di ujung pesisir sebelah barat Pulau Selatan, Selandia Baru, itu dilaporkan hilang

BACA JUGA: Ditemukan, Tembakau Berumur 2,5 Juta Tahun

Tim khusus penyelamat bencana tambang pun langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Ledakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat (sekitar pukul 10.00 WIB)
Dua pekerja tambang selamat tapi sama sekali tidak mengetahui kabar rekan-rekannya yang lain," terang Barbara Dunn, jubir kepolisian, seperti dikutip Agence France-Presse

BACA JUGA: Dua Ribu Janin Ditemukan di Kuil

Karena itu, prioritas dalam proses evakuasi yang masih berjalan sampai tadi malam WIB adalah pencarian korban selamat.

Karakteristik tambang batu bara yang mengandung gas beracun menghambat kinerja tim penyelamat
Sebab, sewaktu-waktu bisa terjadi ledakan susulan

BACA JUGA: RI-Pakistan Kerjasama Anti-Terorisme

Meski sudah berpengalaman, para personel tim penyelamat khusus itu tetap tidak mau ambil risikoKarena itu, mereka terpaksa tidak melakukan penyisiran sampai ke bawah tanahApalagi, ledakan kemarin juga menghancurkan sistem ventilasi tambang.

Penyebab ledakan masih belum diketahui dengan pastiTim khusus juga tidak bisa melakukan penyelidikan ke dalam perut bumi dan justru membahayakan nyawa mereka sendiri atau para pekerja tambang yang masih selamat dan terjebak di dalam tambang," papar Dunn dalam wawancara dengan Radio New ZealandDiduga kuat, ledakan itu dipicu gas yang tiba-tiba muncul di dalam tambang.

Begitu berita tentang ledakan di tambang yang berjarak 50 kilometer dari Kota Greymouth itu menyebar luas, keluarga dan kerabat korban langsung memadati lokasi kejadianMereka menantikan kabar anggota keluarga mereka yang masih terjebak di dalam tambang dengan cemasTidak seperti tambang emas atau tembaga yang bebas gas beracun, tambang batu bara berpotensi menghasilkan gas yang mematikan.

Informasi tentang jumlah pekerja tambang yang terjebak pun simpang siurPeter Whittall, chief executive Tambang Batu Bara Sungai Pike, mengatakan bahwa jumlah pekerjanya yang berada di dalam tambang berkisar 27 orangTapi, berdasar keterangan beberapa pihak, termasuk dua korban selamat, polisi menyatakan jumlah korban yang terjebak 36 orang.

Menurut Whittall, para pekerjanya terjebak di lorong tambang yang berjarak sekitar 120 meter dari permukaan tanahSaat ledakan terjadi, para pekerja tambang yang masuk (shift) sore itu baru menjalankan aktivitasnya selama sekitar satu jam"Saat ini, kami sama sekali kehilangan kontak dengan mereka yang terjebak di perut bumi," ungkapnya seperti dilansir Associated Press.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa tim penyelamat berhasil mengangkat beberapa mayat dari tambang tersebutTapi, Whittall membantah keras rumor tersebutKendati pesimistis, dia berharap para pekerjanya itu bisa ditemukan dalam keadaan selamatUntuk mendukung proses evakuasi dan pencarian korban, Pemimpin Distrik Grey Tony Kokshoorn menyiapkan ambulans serta helikopter di lokasi kejadian(hep/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2012, Palin Yakin Kalahkan Obama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler