Tanam Malware, NSA Retas 50 ribu Jaringan Komputer

Minggu, 24 November 2013 – 22:26 WIB

jpnn.com - MOSKOW - Mantan rekanan Badan Keamanan Nasional atau National Security Agency (NSA), Edward Snowden kembali memberi bocoran tentang ulah lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) itu. Kali ini, bocorannya adalah tentang aksi peretasan terhadap lebih dari 50 ribu jaringan komputer di seluruh dunia dengan menginstal malware yang ditujukan untuk operasi pengawasan dan mata-mata.

Hal itu terungkap dari berita surat kabar terbitan Belanda, NRC Handelsblad yang mengutip bocoran dokumen dari Snowden. Snowden memberikan bocoran dokumen dari tahun 2012 yang berisi tingkat jaringan pengawasan di  seluruh dunia yang dipantau NSA. Selain meretas 50 ribu jaringan melalui operasi ‘Computer Network Exploitation’ (CNE), NSA juga menanamkan malware berbahaya ke dalam jaringan .

BACA JUGA: Agar Pasutri Tidak Waswas Jantung Bayi

Sebagaimana dilansir laman Russian Today, Minggu (23/11), CNE memungkinkan tindakan dan pengumpulan intelijen melalui jaringan komputer dengan mengeksploitasi data yang dikumpulkan dari sistem informasi target atau musuh. Setelah komputer telah terinfeksi, implan malware tersebut menyusup sebagai sel digital yang diam tapi bisa dikontrol dari jarak jauh untuk diaktifkan atau dinonaktifkan. Malware berbahaya itu dapat tetap aktif selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.

Kabarnya, operasi berbahaya ini dilakukan di banyak negara termasuk China, Rusia , Venezuela dan Brasil. Sementara hacking dilakukan oleh Tailored Access Operation (TAO), unit khusus dalam NSA yang bertugas mendapatkan akses ke sistem komputer asing.

BACA JUGA: Pecinta Winamp Galang Petisi Penolakan

Menurut media Belanda  itu, salah satu contoh dari operasi CNE adalah serangan yang dilaporkan terhadap perusahaan telekomunikasi Belgia, Belgacom pada September 2013. Serangan itu sebelumnya dilaporkan telah dilakukan oleh badan intelijen Inggris, GCHQ yang bekerjasama dengan mitranya dari AS.

GCHQ menyuntikkan malware dalam jaringan Belgacom untuk menyadap telepon dan lalu lintas data pelanggan mereka. Badan ini menerapkan teknik yang dikenal sebagai Quantum Insert, yakni menempatkan server Belgacom di tempat-tempat strategis di mana mereka bisa mencegat dan mengarahkan target lalu lintas ke situs web jaringan sosial LinkedIn profesional palsu.

BACA JUGA: Ilmuwan Berhasil Mendeteksi Neutrino dari Kosmos

Sumber-sumber publik menunjukkan bahwa TAO mempekerjakan lebih dari 1000 hacker. Gugus tugas itu aktif setidaknya sejak 1998. Dokumen yang diperoleh oleh surat kabar NRC juga mengungkapkan bahwa NSA memata-matai Belanda pada 1946-1968 . Namun laporan itu tidak menunjukkan niat tertentu. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Google Pasang Animasi Doctor Who di Tampilan Doodle


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler