Tangani Gempa Lombok, Perlu Lembaga Khusus Seperti BRR Aceh

Rabu, 08 Agustus 2018 – 13:47 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyalami warga korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (1/8/2018). Para korban warga gempa ini berada di tenda darurat. Foto: Humas DPR

jpnn.com, LOMBOK - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama para relawan berkesampatan melakukan inspeksi ke Posko Darurat gempa TNI di Kabupeten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedatangan Fahri beserta rombongan, disambut hangat oleh warga di posko pengungsian.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Dorong Gerakan Koin untuk Lombok

Di posko darurat gempa milik TNI, Fahri melihat langsung kesediaan logistik, juga pendistribusiannya bagi korban gempa yang dilakukan oleh para relawan.

Selain itu, dirinya juga ingin mengetahui langsung laporan dari posko mengenai korban gempa yang sudah ditemukan dan yang masih dalam pencarian.

BACA JUGA: Bamsoet Puji Pelayanan KPP Madya Denpasar

"Saya ingin mengetahui korban yang sudah ditemukan, dan yang hilang. Termasuk sudah berapa yang meninggal dunia sampai saat ini," ucap politikus dari PKS itu.

Menurut Fahri, informasi yang diperolehnya langsung dari posko darurat gempa TNI ini sangat penting.

BACA JUGA: Komisi IV Lepasliarkan Kanguru di Taman Nasional Wasur

Apalagi, dilaporkan hingga saat ini jumlah korban yang meninggal dunia sudan mencapa 162 orang.

"Ini penting. Karena di koran-koran disebut jumlah korban yang meninggal dunia 100 orang. Nah, dari inforsmasi yang saya peroleh dari posko ternyata jumlahnya sudah 162 orang yang meninggal," kata dia setelah mendengar laporan dari petugas posko.

Fahri mengatakan penanganan bencana gempa Lombok memerlukan penanganan khusus.

Seperti penanganan bencana tsunasi di Aceh, karena masif dimana rumah penduduk dan insrastrukstur semuanya hilang.

"Maka yang dibangun itu, seperti membangun kota baru. Dan ini memerlukan partisipasi semua pihak termasuk dunia internasional," ujar anggota DPR dari NTB itu.

Bahkan, Fahri melihat penanganan pasca-gempa Lombok, tidak bisa ditangani secara biroktaris, tetapi perlu dibentuk satu lembaga yang bisa menampung dan menangani semuanya, mulai dari hulu sampai hilir.

Lombok pascagempa ini, menurut dia, memerlukan penanganan yang lebih masif dari pemerintah pusat.

"Itu yang akan saya usulkan nanti. Presiden membuat lembaga seperti BRR Aceh dulu waktu pasca Tsunami itu. Itu yang saya sedang pikirkan setelah identifikasi. Tadi kan yang meninggal saja, setelah dihitung-hitung bisa mendekati angka 200, bekum lagi yang di atas 500 yang masih dirawat. Begitu juga rumah mereka hampir semua hancur, artinya mereka nanti tinggal di rumah yang baru. Ini yang akan saya sampaikan kepada presiden," pungkasnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Luncurkan Buku: Mengapa Indonesia Belum Sejahtera


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
DPR  

Terpopuler