Tangisan dari Dalam Kardus di Penurunan Tambuo Bukittinggi

Selasa, 09 Juni 2020 – 18:49 WIB
Ilustrasi. Foto: diambil dari pixabay

jpnn.com, BUKITTINGGI - Masyarakat Kelurahan Pakan Labuah, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi Sumatera Barat, heboh.

Minggu (7/6) siang lalu, pengguna jalan di Penurunan Tambuo Pakan Labuah menemukan bayi dalam kardus. Bayi itu berjenis kelamin perempuan.

BACA JUGA: Di Bukittinggi, Posisi Mimbar Masjid pun Diatur Pemkot

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh Hermanto (23 tahun), seorang pedagang asal Ampang Gadang, Kecamatan IV Angkek, Agam.

Dia mendengar tangisan bayi dalam sebuah kardus Indomie di pinggir jalan.

BACA JUGA: Dari 19 Kota dan Kabupaten, Cuma Bukittinggi yang Memenuhi Syarat

Kanit Binmas Polsek Kota Bukittinggi, Iptu Rosminarti membenarkan peristiwa itu.

Bayi perempuan yang ditemukan panjangnya lebih kurang 48 cm dengan berat badan 2,7 kilogram. Saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Kota Bukittinggi untuk diberi perawatan.

BACA JUGA: Perempuan Buang Bayi Kembar ke Tempat Sampah, Pengakuannya Mengejutkan!

"Bayinya sudah ditangani dengan baik oleh warga yang menemukan bersama masyarakat Kelurahan Pakan Labuah. Dia telah dibawa ke rumah sakit untuk diberi perawatan medis,” ujar mantan KBO Reserse Narkoba Polres Bukittinggi itu. seperti dikutip dari laman Padang Ekspres, Selasa (9/6).

Dia menjelaskan, sang bayi ditemukan oleh seorang warga bernama Hermanto sepulang dari berjualan di Pasar Auakuniang, sekitar pukul 12.10.

Kebetulan Hermanto sedang melintas di jalan penurunan Tambuo Tabek Gadang, Kelurahan Pakanlabuah, tempat bayi dibuang.

”Hermanto dan Danil familinya sempat membawa bayi itu ke Puskesmas terdekat. Namun karena puskesmas yang dituju tutup, akhirnya bayi tersebut dibawa ke rumah Ketua Pemuda Tigobaleh dan selanjutnya dibawa ke rumah Ketua RW IV Pakan Labuah,” bebernya.

Oleh warga, bayi tersebut lantas dibawa ke rumah bidan MIS yang berada di Balaibanyak, Kelurahan Parit Antang. Setelah dicek kesehatannya, kemudian bayi itu diserahkan ke Dinas Sosial Bukittinggi.

"Bayinya kami jemput dan kami bawa ke Rumah Sakit Yarsi Kota Bukittinggi untuk penanganan selanjutnya. Sekaligus, serah terima dari personel Polsek Bukittinggi kepada pihak Dinas Sosial Bukittinggi,” paparnya.

Belum diketahui kapan bayi itu dibuang ke jalan, dan orang tua mana yang tega membuang darah dagingnya sendiri. Petugas kepolisian, tambahnya, akan melakukan penyelidikan terkait asal bayi perempuan tersebut.

"Kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk mendata warga sekitar yang baru saja melahirkan,” pungkasnya. (p)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler