JAKARTA - Pemilih yang tidak mendapat surat pemberitahuan atau surat undangan pemilihan tetap diperkenankan menggunakan hak pilihnya untuk mencontrengNamun demikian Komisi Pemilihan Umum (KPU) mensyaratkan hanya pemilih yang namanya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) saja yang bisa memilih tanpa surat undangan.
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, pemilih yang tidak dapat surat undangan namun tercatat di DPT bisa langsung memilih dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke petugas di TPS
BACA JUGA: Politik Uang Dijerat Pidana Pasal Kampanye
"Tidak apa-apa asalkan sudah terdaftar (dalam DPT)BACA JUGA: Siap Siaga, Komisioner KPU Nginap di Kantor
Identitas utama adalah KTP," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Hafiz Anshary di Kantor KPU Jakarta, Selasa (8/4).Lantas bagaimana jika pemilih terdaftar ternyata tidak memiliki KTP? Hafiz menyebutkan identitas lain seperti kartu keluarga dan paspor bisa digunakan
Meski demikian Hafiz kembali menegaskan, petugas di TPS diminta bisa bersikap tegas dan berani menolak orang-orang yang tidak jelas identitasnya
BACA JUGA: KPU Gelar Doa Bersama
Menurutnya, demi kepentingan ketertiban pelaksanaan Pemilu itu KPU juga sudah meminta Polri untuk menempatkan stau orang anggotanya di setiap TPS"Jadi kalau ada orang yang mau memaksa atau mengubah angka, bisa langsung diamankan," tandasnya.Hanya saja, imbuh Hafiz, permintaan ke Kapolri agar tiap TPS dijaga polisi masih sebatas permintaan lisan"Permintaan kepada Kapolri baru lisan dan bukan tertulis," imbuhnya.
Hafiz merasa yakin pelaksanaan pemilu hari ini akan berjalan lancar dalam situasi yang aman dan kondusifAlasannya, ketersediaan logistik pemilu sudah beresDemikian pula dengan situasi keamanannyaNamun khusus untuk Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Hafiz mengakui perlunya pengamanan khusus"Karena situasi di NAD juga khusus, pengamanan juga perlu diperketat," ucapnya.
Hafiz menandaskan bahwa selain faktor kesiapan dan faktor keamanan, hal yang tak kalah penting adalah Pemilu harus berjalan adil"Setiap daerah sudah menyampaikan kesiapannyaSituasi keamanan cukup kondusif untuk pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suaraYang terpenting jangan sampai ada manipulasi dan kecurangan, intimidasi, pemaksaan atau suap yang membuat petugas melakukan penyimpangan," tandasnya.(ara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Persen Logistik Belum Sampai TPS
Redaktur : Tim Redaksi