Target SBY Terkendala Bencana

Sabtu, 13 Juni 2009 – 16:03 WIB

JAKARTA -- Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Asep Syaefullah Muhtadi menilai, banyaknya elemen masyarakat yang menghendaki ada kontrak politik tertulis dengan para capres-cawapres, lantaran masyarakat sudah tidak percaya dengan pemerintah"Semua berawal dari masyarakat yang tidak percaya lagi kepada pemerintah, karena banyak janji yang disampaikan saat kampanye pilpres 2004, ternyata tidak dijalankan," ujar Syaefullah Muhtadi dalam diskusi bertema 'Kontrak Politik Capres' di Jakarta, Sabtu (13/6)

BACA JUGA: Mega-Prabowo Galang Kontrak Politik



Dia menilai, kontrak politik itu juga tidak akan efektif karena ketika materi kontrak tidak dijalankan, masyarakat tetap tidak punya kekuatan untuk melakukan protes
Kalau isi kontrak tidak dijalankan, katanya, paling banter sanksinya hanya sanksi moral

BACA JUGA: Mega dan JK Berebut Tiket Putaran Kedua

"Karena yang punya kewenangan impeachment adalah MPR, bukan masyarakat langsung," ujarnya.

Sebelumnya, dalam diskusi itu, anggota tim kampanye pasangan Mega-Prabowo, Hasto Kristanto menilai, kontrak politik dibuat atas kehendak masyarakat
Katanya, masyarakat menghendaki adanya kontrak tertulis lantaran selama ini masyarakat merasa dibohongi pemimpinnya

BACA JUGA: Prabowo Beri Klarifikasi Soal Kerusuhan Mei

Dia memberi contoh, pemerintah menjanjikan terget pertumbuhan ekonomi 7,8 persen, tapi nyatanya tidak terpenuhiBegitu pun, dijanjikan pemerintah akan berpihak kepada kepentingan petani, tapi nyatanya harga pupuk mahal bahkan sempat langka di pasaranContoh lain, bea masuk impor susu yang nol persen"Masyarakat butuh kontrak politik karena bosan dibohongi terus oleh penguasa," ujar anggota DPR dari PDI Perjuangan itu dalam diskusi tersebut

Menanggapi hal itu, anggota tim sukses pasangan SBY-Boediono, Ramadhan Pohan mengatakan, model-model kontrak politik dengan elemen masyarakat hanya untuk meramaikan suasana kampanye sajaSementara, terkait dengan yang disampaikan Hasto mengenai banyaknya janji pemerintahan Presiden SBY yang belum terwujud, Ramadhan berdalih, karena begitu SBY menjadi presiden, langsung terjadi berbagai macam bencana alam

"Pada dua pertama, ada tsunami (di Aceh, red), disusul serentetan bencana alam lainnyaSementara, pada 2006-2007 terjad krisis ekonomi, krisis energi dan krisis pangan," papar Ramadhan(sam/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintahan Kuat Bila Dua Putaran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler