TEGANG! Warga Adang Polisi yang Bawa Pencuri

Sabtu, 16 Januari 2016 – 07:12 WIB
Sel tahanan. Foto ilustrasi.dok.JPNN

jpnn.com - SAMARINDA - Anggi Sukma Putra (27) dihajar ratusan warga di kawasan Jalan Wolter Monginsidi, RT 23, Kamis (14/1) pukul 20.30 Wita. Anggi diduga pelaku pencurian. Warga ngamuk karena belakangan sering terjadi kasus pencurian.

Anggi ditangkap, terus dimasukkan parit. Tubuhnya diinjak-injak dan dia dihajar warga beramai-ramai. Hanya hitungan menit, Anggi sudah mandi darah. Wajahnya berlumuran darah. Bibir, pelipis, hidung dan mulutnya mengucur darah segar. Bukannya kasihan, warga terus saja bergantian menghajar Anggi.

BACA JUGA: Wartawan RMOL Dibegal Enam Pria Bersenpi

Untung Ketua RT 23 Suprapto Edi (48) tanggap. Anggi ditarik paksa masuk rumah Edi, sembari menunggu polisi tiba. Ketika itu rumah Edi dikepung warga yang ingin masuk mengambil memberikan pukulan.

Warga berteriak meminta Anggi dikeluarkan. Tak lama polisi tiba, ketegangan tambah jadi. Saat hendak mengevakuasi Anggi, polisi malah diadang warga, yang meminta agar pemuda berperawakan kecil itu diserahkan ke mereka.

BACA JUGA: ASTAGA! Habis Diperkosa, Keponakan Dibunuh dengan Cara Sadis Ini

Jelas saja polisi menolak hingga membuat emosi warga kembali meninggi. Suasana sempat tegang. Namun belakangan warga luluh dan mempersilahkan polisi membawa Anggi. Tapi saat Anggi dibawa keluar rumah Edi, warga malah mengerumuni dan coba merebut Anggi sambil melayangkan bogem mentah.

Polisi pun sukses memasukkan Anggi ke mobil patroli dan buru-buru membawanya ke markas Polsekta Samarinda Ulu.

BACA JUGA: Dor... Rampok Lepaskan Tembakan, Harta Mantan Wartawan RRI Itu pun Ludes

Belakangan diketahui, Anggi kepergok mencuri laptop merek Toshiba milik seorang mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) bernama Purwo alias Eeng (26). Saat kejadian di kontrakan yang disewa Eeng hanya ada adiknya dan temannya, yang dua-duanya tak diketahui pasti. Saat itu adik Eeng dan temannya sedang tidur di ruang tamu, sementara Eeng sedang jalan.

"Saya dorong pintu tak terkunci. Terus saya lihat ada orang tidur. Saya jalan mengendap masuk kamar dan mengambil laptop warna hitam di meja belajar," ujar Anggi saat ditemui Sapos (Jawa Pos Group).

Merasa aman, Anggi buru-buru keluar. Apesnya, ketika berada di depan kos dipergoki seorang warga sekitar yang curiga. Karena mengenali Anggi bukan penghuni kos maupun kontrakan di sekitar situ, sementara Anggi terlihat ketakutan membawa tas, langsung saja diteriaki maling.

Warga yang mendengar teriakan maling langsung "kerja bakti" mengejar Anggi. Meski Anggi diamankan dan laptop curiannya disita, namun Eeng harus bersabar. Untuk menggunakan laptop itu lagi, Eeng harus merogoh kocek buat perbaikan. Laptop yang dicuri Anggi rusak, karena diduga dilempar ketika Anggi coba kabur dari kejaran warga.

"Padahal laptop itu saya beli untuk mengerjakan tugas kampus, termasuk menyelesaikan skripsi," terang Eeng.

Informasi yang diperoleh Sapos, ulah Anggi terbilang nekat dan tanpa perhitungan. Soalnya selain beraksi di pemukiman padat penduduk, sebenarnya Anggi juga warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Anggi tinggal di Jalan Pahlawan dan lokasinya masih berada satu lingkungan, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kanit Reskrim polsekta Samarinda Ulu Ipda Teguh Wibowo menuturkan, sementara Anggi masih mereka periksa untuk proses penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku (Anggi, Red) sudah kami amankan dan sedang diminta keterangan," tandas Teguh singkat. (rin/rm-3/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Motif Dendam, Sangkur dan Jaket Pembunuh Ditemukan, Pelaku Masih Buron


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler