Tekan Angka Kecelakaan, ini yang Dilakukan DPP Organda

Sabtu, 20 Oktober 2018 – 22:17 WIB
Kecelakaan bus. Foto: JPG

jpnn.com, JAKARTA - Kecelakaan maut beruntun yang terjadi dalam dua tahun terakhir mengakibatkan ratusan korban meninggal. Hal ini menunjukan kegagalan pemerintah dalam menekan angka kecelakaan.

Seperti tragedi Ciloto dan Sukabumi yang terjadi pada angkutan bus pariwisata

BACA JUGA: Kasus KCN vs KBN Harus Jadi Pelajaran

"Meski sudah ada program roadmap to zero accident sejak 2008, tapi program ini tidak berjalan. Angka kecelakaan masih tinggi dan ribuan nyawa melayang setiap tahun di jalan raya," ujar Sekjen DPP Organda Ateng Aryono.

Terkait dengan masalah kecelakaan tersebut, Kemenhub dituntut membuat informasi data bus wisata. Sehingga nantinya publik bisa mengecek kondisi bus sebelum digunakan dan bisa menghindari kemungkinan kecelakaan.

BACA JUGA: Ditjen Hubla Lakukan Pembinaan dan Pengawasan Pelayaran

"Informasi tersebut berupa nama perusahaan, alamat, pemilik, izin operasi, dan kir terakhir yang mudah diakses bagi calon pengguna bus wisata atau pengelola kegiatan (event organizer)," jelas dia.

Seiring dengan upaya kebijakan pemerintah, DPP Organda merilis nama-nama resmi Angkutan Umum Bus Pariwisata di Indonesia.

BACA JUGA: Organda DKI: TransJakarta Gandeng Operator Tak Lolos Seleksi

"ni dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat menentukan pilihan jasa transportasi yang aman dan terpercaya," tandasnya.

Adapun data-data nama angkutan umum pariwisata di Indonesia yang dirilis DPP Organda bisa diakses dengan mudah melalui website.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub Utamakan Kirim Bantuan ke Palu Pakai Kapal


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler