Sekelompok peneliti Australia hendak membuktikan buaya-buaya dari wilayah utara Australia bermigrasi ke negara-negara sekitar dengan meneliti DNA mereka.

Ketika waktu untuk memberikan umpan tiba di luar sebuah kantor polisi di Dili, tempat tiga buaya air asin besar dikandangkan sebagai hewan peliharaan.

BACA JUGA: ABC Dan Mantan Direkturnya Yang Dipecat Capai Kesepakatan

Saat itulah seorang petugas menggantung bangkai ayam ke kandang tersebut, dan salah satu dari ketiga reptile didalamnya langsung menyambar bangkai ayam tersebut dan menyantapnya.

Sekelompok peneliti asal Australia yang berbasis di Darwin turut hadir dalam pemberian makanan itu, mereka khusus datang ke Timor-Leste untuk berburu DNA buaya.

BACA JUGA: Bagaimana Masa Depan Industri Penerbangan Dunia Tanpa A380?

"Kami memiliki tombak sepanjang empat meter yang memiliki sedikit panah di atasnya," jelas Profesor Sam Banks dari Universitas Charles Darwin.

"Panah itu akan kami tancapkan sedalam lima milimeter kulit buaya agar kami dapat mengekstraksi DNA mereka."

BACA JUGA: Harga Rumah di Australia Semakin Turun

Para ilmuwan itu sedang berusaha mencari tahu mengapa serangan buaya di Timor-Leste telah meningkat 20 kali lipat selama dekade terakhir. Photo: Para peneliti dari Charles Darwin University sedang mengumpulkan DNA dari buaya di Timor-Leste. (Supplied: Charles Darwin University)

Satu teorinya adalah bahwa buaya-buaya Australia itu mungkin menjadi pelaku dari serangan itu dan satu-satunya cara untuk memastikan hal itu adalah melalui DNA.

"Populasi buaya tampaknya telah meningkat pesat di Timor Timur," kata Profesor Banks.

"Dan banyak kalangan berspekulasi bahwa serangan itu terjadi karena kami di Australia telah memiliki program konservasi dan pengelolaan buaya yang begitu sukses, sehingga kami sekarang secara efektif memompa buaya untuk bermigrasi dan mereka pergi dan menetap di negara-negara di sekitar Australia."

Gagasan buaya yang melakukan perjalanan ratusan kilometer melintasi lautan dari ujung utara Australia ke Timor-Leste ini mungkin kelihatannya terlalu jauh, tetapi Profesor Banks kurang skeptis.

"Ada catatan orang yang bekerja di tengah Laut Timor melihat buaya berenang melewati kapal mereka, jadi tentu saja [teorinya] masuk akal," katanya.

Tim peneliti ini juga berencana untuk menganalisis sampel kulit buaya dari Timor-Leste ini dan menganalisanya berdasarkan database DNA 700 buaya dari Australia utara.

"Kami dapat memberitahu tempat kelahiran buaya di tingkat regional setidaknya," kata ilmuwan margasatwa dari Pemerintah Wilayah Utara Australia, Yusuke Fukuda.

Dia dan rekan-rekannya telah menggunakan DNA tersebut untuk melacak asal-usul buaya yang ditangkap di Pelabuhan Darwin.

"Sejauh ini kita meneliti sekitar 50 buaya di Pelabuhan Darwin dan kebanyakan dari mereka berasal dari sungai di sekitar pelabuhan, seperti yang Anda perkirakan, tetapi beberapa berasal dari Kepulauan Tiwi dan beberapa dari sungai yang lokasinya lebih jauh," katanya.

Masih akan beberapa bulan sebelum tim peneliti dapat memastikan apakah buaya dari Australia memang bermigrasi ke Timor-Leste. Photo: Professor Sam Banks menggunakan tombak berujung panah sepanjang 4 meter untuk mengambil sampel kulit dari seekor buaya di Timor-Leste (Supplied: Charles Darwin University)

"Jika kita mengetahui bahwa itulah jawabannya, maka bersama-sama kita harus mulai memikirkan strategi regional untuk mengelola hewan seperti buaya," kata Profesor Banks.

"Kami memang menghendaki hewan memiliki batas penjelajahan dan akan berhenti sesuai dengan garis batas teritorial negara kita.

"Tetapi buaya tidak selalu berperilaku seperti yang kita inginkan, jadi informasi (DNA) semacam ini dapat memberi tahu kita bagaimana cara kerja penjelajahan itu didalam populasi mereka."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Pekerja Fasilitas Nuklir Australia Terkena Tumpahan Bahan Kimia

Berita Terkait