Tembok Madrasah Roboh, 14 Orang Tertimpa

Rabu, 30 November 2011 – 09:37 WIB

BEKASIBARAT--Braaakk…tembok madrasah yang mangkrak sejak 10 tahun itu akhirnya robohKemarin, reruntuhannya menimpa puluhan siswa dan empat pedagang yang mangkal di depan madrasah Yayasan Al-Ittihad, Jalan Lapangan Bola RT05/10, Kelurahan Kranji, Bekasi Barat.
 
Diantara korban dari pihak siswa itu antara lain, Ramdani (10), Alvi Sahrini (8), Herni (7), Difa (7) adalah murid SDN XV Kranji

BACA JUGA: Dosen Mogok Ngajar, Mahasiswa Ngadu ke Dewan

Sementara Ayu (8), Herdian (8), Samsul (6) dan Rizki Ardiansyah (10) merupakan siswa SDN III Kranji
Dua anak kecil yang tengah bermain di lokasi, Kirana (5) dan Alda (6), turut menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pukul 12.00 WIB kemarin itu

BACA JUGA: Daerah Dianggap Gagal Urus Pendidikan



Sementara itu, empat pedagang yang tengah mangkal di lokasi, Nagin (50), Kasimin (57), Aceng (40), dan Adang (45) juga terluka karena tertimpa reruntuhan tembok


Para korban yang menderita luka patah tulang, hidung, lengan, kepala dan kaki dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dan RS Ananda untuk mendapatkan perawatan intensif.

Bangunan madrasah milik Yayasan Al Ittihad itu berdekatan dengan SDN III dan SDN XV

BACA JUGA: Distribusi Guru Tak Langgar Otda

Tembok setinggi empat meter dengan panjang 15 meter milik yayasan Al Itihad itu roboh saat siswa baru saja keluar dari ruang kelas.

Kepala Sekolah SDN XV Sainah menduga penyebab robohnya tembok milik Yayasan Al Itihad karena umurnya sudah puluhan tahun’’Tembok itu sudah terlihat miring tanpa ada atap di atasnya,” katanya.

Di bawah tembok tersebut, kata dia, lantaran posisinya strategis maka dijadikan oleh para pedagang menjajakan daganganya di bawah tembok yang sudah terlihat miring tersebut.
 
Dia mengatakan, yayasan Al Ittihad sudah tidak menjalankan aktifitasnya sekitar sepuluh tahun lalu, sementara tembok yang roboh tersebut merupakan bangunan yang belum jadi’’Sebelumnya sudah ada inisiatif untuk menghancurkan tembok tersebut, karena dinilai berbahaya,” katanya.

Lantaran tidak mengetahui pemilik yayasan, niat warga untuk merobohkan bangunan yang mangkrak itu diurungkan’’Pemiliknya sudah meninggal yaitu H.Husen AbbasHingga saat ini juga belum diketahui penggantinya,” kata warga kepadanya.

Sementara, untuk mengantisipasi hal serupa warga sekitar berinisiatif untuk membongkar bangunan Yayasan seluas 1000 meter tersebutSedangkan bangunan lain kondisinya sudah tidak layak, warga sudah membongkarnya.

Dari pantauan Radar Bekasi (Group JPNN) bekas tembok roboh itu sudah dipasang garis polisiSementara kejadian tersebut langsung ditangani Polsek Bekasi Barat dan Polresta Bekasi Kota.

Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Innayatullah menuturkan, seluruh siswa SDN Kranji III, XV dan sejumlah pedagang yang menjadi korban dalam peristiwa robohnya tembok madrasah tersebut, dipastikan biaya pengobatannya ditanggung Disdik hingga sembuh

’’Kami akan jamin biaya perawatannya sampai sembuh dan akan dioptimalkan,” kata lelaki yang akrap disapa Inay ini saat mengujungi para korban di RSUD kemarin sore bersama sejumlah anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak UPTD Bekasi Barat untuk terus memantau perkembangan sekolah madrasah dan SDN Kranji III dan XV.

Saat ditanya apakah bangunan tembok milik madrasah sudah tidak kokoh" Inay mengklaim, kalau bangunan tersebut masih kokoh karena informasi yang diterima dari pihak guru dan  UPTD setempatNamun, ia tetap akan mendatangi lokasi tersebut untuk mengecek struktur tembok.

Inay pun membantah, adanya kelalaian dan kurang pengawasan terhadap pihak sekolah terkait ambruknya tembok madrasah’’Namanya musibah, dan tidak ada yang bisa disalahkan lagiKita kan gak tahu musibah kapan datangnyaKalau pun masuk ranah hukum kemungkinan itu terlalu jauh,” kelitnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi yang ikut menjenguk para korban di RSUD mengatakan, akan berkordinasi juga oleh pihak RSUD dan DinkesKarena para korban tidak hanya dirawat di RSUD saja, namun ada di RS Ananda sehingga pihak Dinkes mesti ikut berpartisipasi’’Yang kita fokuskan sekarang perawatan korban untuk mendapatkan kesembuhan,” paparnya(cr44/sam)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cegah Guru Ditransaksikan, Pengelolaan Akan Dipusatkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler