Ternyata, Anshori yang Dibekuk Densus 88 Itu...

Sabtu, 08 April 2017 – 06:59 WIB
Anggota Densus 88 menangkap terduga teroris. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, LAMONGAN - Tiga terduga teroris ditangkap Densus 88 Mabes Polri di dua lokasi di Kecamatan Paciran, Lamongan, Jatim, kemarin (7/4).

Ketiganya adalah Zainal Anshori, 50, warga lingkungan Gowah RT 03 RW 05, Blimbing, Kecamatan Paciran, dan Hendis Efendi, 48, warga lingkungan Semangu RT 06 RW 06 , Blimbing, Kecamatan Paciran.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Anshori, Disita Kaus FPI

Selain itu juga diamankan Zainul Hasan, warga yang tinggal di Dusun Jetak, Paciran, Lamongan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hanya Zainal Anshori dan Hasan yang terbukti.

BACA JUGA: Tiga Teroris Lamongan Merupakan Jaringan Suryadi

Sementara itu, Ali Fauzi, mantan teroris sekaligus adik kandung pelaku bom Bali, Amrozi dan Ali Imron, mengaku hanya mengenal Zainal Anshori.

Sedangkan dua orang terduga teroris lain, dia tidak mengenal sama sekali.

BACA JUGA: Densus Tangkap 3 Terduga Teroris di Lamongan

Menurut dia, bisa saja dua orang tersebut tidak asli Lamongan. Namun, keduanya bertempat tinggal sementara di Kota Soto ini.

‘’Zainal Anshori dikenal sebagai kelompok grup radikal di Dusun Gowah, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran,’’ katanya.

Versi mantan instruktur perakit bom tersebut, dulu Zainal Anshori bersama kawan-kawannya menjadi simpatisan FPI di wilayah tersebut.

Beberapa tahun kemudian, Zainal Anshori berganti haluan.

‘’Setahu saya, dia mengikuti kelompok ustad Maman Abdurahman, napi yang menghuni di Nusa Kambangan dan berasal dari Sumedang. Dia bersama kelompoknya ini mengetahui adanya terorisme dari Abdurahman,’’ ujarnya.

Menurut dia, sebelum tertangkap Densus 88, ustad Abdurahman dulu sering ceramah ke berbagai tempat.

Termasuk, ceramah di wilayah Paciran. Hingga akhirnya, banyak simpatisan kepada Zainal.

‘’Tahun lalu, Lamongan digegerkan bom bunuh diri Zainal Arifin di Poso dan penembakan polisi di Tulungagung yang dilakukan oleh Dayat. Itu adalah kelompok-kelompok Paciran yang di bawah Zainal Anshori,’’ tuturnya. Dia menduga penangkapan tersebut rentetan penangkapan dari baku tembak di Cilegon, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.

Menurut Martinus, dua terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 di Lamongan yakni Zainal Anshori dan Zainal Hasan merupakan orang yang ditunjuk oleh Oman Abdurahman alias ustad Maman Abdurahman sebagai pimpinan Jamaah Anshorut Daullah (JAD) untuk membeli senjata di Filipina.

Oman merupakan napi kasus teroris yang kini ditahan di LP Nusakambangan.

"Pada peristiwa sebelumnya ada pembelian senjata api di Filipina, yang dua senjata api itu dipakai pada saat peristiwa bom Thamrin, dan tiga lainnya masih dicari," ujar Martinus.

Martinus mengatakan, terduga teroris itu juga masuk dalam kelompok SM yang ditangkap di Cilegon, bulan lalu.

Iia membenarkan bahwa kelompok Lamongan ini berencana menyerang Polsek Brondong, pekan depan. (rus/mal/yan/jpg/jay)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mabes Polri Libatkan Densus dalam Pengamanan Aksi 313


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Densus 88   teroris   Lamongan  

Terpopuler