Terpuruk Karena Pandemi, 2 UMKM di Bali Ini Berhasil Bangkit Berkat Go Digital

Jumat, 29 Juli 2022 – 03:08 WIB
Sudah saatnya UMKM lokal go digital. Ilustrasi belanja online. Foto: Pixabay

jpnn.com, BALI - Berbagai usaha di Bali juga tak luput dari imbas pandemi COVID-19, termasuk restoran, toko oleh-oleh serta berbagai usaha lainnya seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Banyak dari mereka yang terpaksa menutup usahanya dan bahkan gulung tikar selama pandemi.

BACA JUGA: Laba Bersih Meroket, Mitratel Bukukan Pendapatan Rp 3,72 Triliun

Dua contoh UMKM di Bali yang berhasil bangkit dari keterpurukan yakni IniTempe dan Grande Granola, lantaran memanfaatkan platform digital guna menjangkau lebih banyak pembeli.

Pemilik IniTempe, Beni Santoso, baru mulai mengenal dan memanfaatkan platform digital saat pandemi pada 2020, setelah sebelumnya hanya menjual produk tempenya secara offline ke berbagai restoran di Bali.

BACA JUGA: Hukum Berhubungan Badan di Waktu yang Terlarang

Setelah beralih ke online, dengan perjuangan dari nol mempelajari teknologi, IniTempe mulai menyasar pasar lokal dengan memasarkan produknya ke luar pulau Bali melalui e-commerce.

"Saya memutuskan untuk jualan online. Berkat go digital saya malah bisa ekspansi bisnis ke kota dan pulau lain. Walaupun di tengah pandemi, IniTempe tidak melakukan PHK. Wisatawan lokal pun jadi tahu soal IniTempe," jelas Beni.

BACA JUGA: Percepat Digitalisasi UMKM, Kementerian Perdagangan Gandeng Tokopedia

Kini, produk IniTempe dipasarkan sangat beragam, yang tadinya hanya menjual tempe segar, sekarang IniTempe mulai menawarkan berbagai jenis produk olahan berbahan dasar tempe seperti cokelat tempe, keripik tempe, dan lainnya.

Dalam proses produksinya, IniTempe pun tetap fokus untuk ‘go local’ dengan menggunakan kedelai yang berasal dari petani lokal serta turut memberdayakan perempuan lokal.

“Saya memilih salah satu e-commerce lokal, Tokopedia, karena target market yang tepat dan sesuai. Banyak juga pembeli yang memilih belanja melalui e-commerce karena lebih secure,” seru Beni.

Melihat manfaat yang dirasakannya, Beni pun berharap lebih banyak lagi UMKM lokal yang memanfaatkan platform digital atau pun e-commerce untuk berjualan.

Sementara Luciana Dewi, pemilik Grande Granola, turut menceritakan perjuangannya dalam mengembangkan bisnis di tengah pandemi.

Luciana mencari strategi baru demi bangkit dari keterpurukan meskipun penjualannya terus menurun. Salah satunya dengan mengembangkan bisnisnya secara online melalui platform digital.

“Sejak go digital, Grande Granola juga mulai dikenal dan jumlah pembeli pun terus meningkat. Pendapatan kami di masa pandemi 80% berasal dari salah satu platform e-commerce asal Indonesia yaitu Tokopedia," terang dia.

Berawal dari omzet yang tidak seberapa saat baru memanfaatkan platform e-commerce, omzet bulanan Grande Granola yang berasal dari Tokopedia saat ini telah mencapai puluhan juta.

“Kami tidak menyerah. Waktu luang yang dimiliki, kami gunakan untuk memikirkan strategi bisnis dan secara aktif mengembangkan bisnis secara online," ucapnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler