TERUNGKAP! Banyak Pelajar Beli Kondom Lewat Tukang Parkir

Selasa, 27 September 2016 – 22:18 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com - MATARAM - Salah satu alat kontrasepsi, kondom, saat ini bisa diperoleh dengan mudah karena bebas terjual di minimarket dan sejumlah tempat. Kondom yang dijual bebas ini di sisi yang lain justru berakibat buruk. Dari hasil temuan, banyak pelajar yang membeli kondom untuk keperluan seks.

Untuk bisa mendapatkan kondom, banyak cara yang dilakukan pelajar. Misalnya, oknum meminta bantuan tukang parkir dengan memberikan imbalan. Atau dengan cara lain yakni meminta bantuan orang-orang yang ada di sekitar toko atau apotik.

BACA JUGA: Pusat Batal Tanggung Penuh Proyek LRT Bandung Raya

Ada juga cara lain dengan membeli di tempat penjualan tak resmi. Misalnya di kalangan mahasiswa.    

“Di kalangan mahasiswa ada oknum yang menyuplai mereka,” kata Direktur Lentera Hati Foundation, Muazar Habibi dilansir Radar Lombok (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Dua Calo TKI Ilegal yang Rekrut Lewat Medsos Dibekuk Polisi

Dosen Psikologi Universitas Mataram ini menyatakan pemerintah daerah harus segera menyikapinya supaya tidak tambah parah.

"Maraknya peredaran kontrasepsi dan pergaulan bebas di kalangan remaja perlu dilakukan pembenahan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Keberatan, Jenazah Pemilik Bobot 180 Kg itu tak Dibawa Masuk ke Rumah Duka

Untuk mencegahnya, perlu ada regulasi peredaran kondom. Selama ini penjualan kondom begitu bebas dan mudah. Bahkan di toko-toko kelontong ada kondom yang dijual.

"Pembelinya beragam. Ada yang anak SMA,” ucapnya.

Pemkot diminta aktif melakukan pengawasan kos-kosan.  Pendidikan seks juga harus dimaksimalkan.  Selama ini pendidikan seks lebih diarahkan  ke persoalan pencegahan kehamilan dan penularan HIV/AIDS saja, belum pada penguatan moral dan akhlak.

Akibatnya remaja hanya memahami bahwa agar tidak hamil dan tidak terjangkit HIV/AIDS, maka jalan aman adalah mempergunakan kondom.

Distribusi kondom harus dibatasi. Misalnya distribusinya hanya melalui BKKBN, PKK, Dharma Wanita, Posyandu, dan lembaga resmi lainnya.

Bila hal ini tidak segera diatasi maka kemungkinan besar akan bertambah data kerusakan moral akibat seks bebas dan bisa jadi bila penggunaan alat kontrasepsi tidak baik maka dapat juga sebagai sarana penyebaran HIV/AIDS.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H. Usman Hadi mengatakan penjualan kondom di Mataram memang     bebas di toko maupun apotik. Dengan syarat harus ada izin dari Dinkes.

Apotik yang ada di Kota Mataram semuanya mengantongi izin penjualan obat termasuk penjualan kondom.

"Setiap penjualan obat harus ada izinnya, kondom dijual bebas," tegasnya.

Sedangkan untuk penjualan obat di supermarket juga menggunakan izin dari Dinkes, namun secara detail obat-obat yang dijual tentunya secara umum termasuk kondom juga.(JPG/ami/fri/jpnn)  

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Bawah Gerimis, Pembunuh Sadis Peragakan Cara Habisi Bocah Lucu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler