Terus-terusan Didemo, Presiden Kyrgyzstan Akhirnya Mengundurkan Diri

Kamis, 15 Oktober 2020 – 18:34 WIB
Para pengujuk rasa yang menentang hasil pemilihan parlemen berupa memasuki kantor pemerintahan di Bishkek, Kyrgyztan, Senin (5/10/2020). Foto: ANTARA/REUTERS/Vladimir Pirogov

jpnn.com, BISHKEK - Presiden Kyrgyzstan Sooronbai Jeenbekov menyatakan mundur dari jabatannya setelah terus-terusan diguncang demonstrasi selama 10 hari, Kamis (15/10). Dia mengaku ingin mencegah bentrokan antara pasukan keamanan dan massa yang menuntutnya mundur.

Kyrgyzstan bergejolak sejak pemilihan parlemen pada 4 Oktober dimenangkan sekutu Jeenbekov.

BACA JUGA: Masih Ada Buruh yang Berencana Gelar Demo Hingga ke Istana Negara, Ini Respons Polisi

Setelah pendukung oposisi turun ke jalan dan menyegel gedung pemerintahan, otoritas membatalkan hasil pemilu.

Jeenbekov pekan lalu mengumumkan bahwa dirinya bakal mengundurkan diri. Namun pekan ini dia menunda niatnya tersebut, dengan berdalih akan tetap menjabat sampai pemilu yang baru digelar.

BACA JUGA: Kata Anies Baswedan soal Polemik Hukuman bagi Pelajar Ikut Demo Tolak Cipta Kerja

Pada Rabu (14/10), Jeenbekov menerima keputusan parlemen atas Sadyr Japarov, nasionalis yang dibebaskan dari penjara oleh pendukungnya pekan lalu, untuk menjadi perdana menteri.

Japarov beserta pengikutnya menuntut Presiden Jeenbekov agar menyerahkan kekuasaannya.

BACA JUGA: Said Iqbal KSPI Pastikan Demo Buruh Makin Besar dan Bergelombang

Kyrgyzstan, bekas republik Soviet yang berbatasan dengan Tiongkok, mengalami kekacauan politik selama bertahun-tahun. Jeenbekov kini menjadi presiden ketiga yang digulingkan melalui pemberontakan populer sejak 2005. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler