Tes Perpanjangan Kontrak, Honorer K2 DKI Jakarta Disuruh Masuk Selokan, Heboh!

Selasa, 10 Desember 2019 – 16:31 WIB
Massa honorer K2 Jakarta menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (26/9). Foto: Ricardo/ JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Perlakuan tidak manusiawi dialami honorer K2 dan non-K2 di DKI Jakarta yang akan memperpanjang masa kontrak kerjanya.

Diketahui, para honorer di lingkup Pemprov DKI Jakarta harus menjalani tes di akhir tahun, sebagai syarat diperpanjang kontraknya di tahun berikutnya.

BACA JUGA: Selain Honorer K2, Revisi UU ASN Merumuskan Apa Saja?

Sebelum melakukan tes tertulis yang rencananya digelar 11 Desember, para honorer ini disuruh masuk ke dalam got yang airnya kotor.
Aksi ini terekam dalam video dan beredar luas. Para pekerja ini baik perempuan maupun laki-laki yang rerata usianya tidak muda lagi diminta berendam dalam air selokan berwarna hitam.

Lantas mereka disuruh berdiri berjejer, saling pijat pundak. Dari tayangan video yang beredar, air warna hitam itu ketinggiannya rata-rata sedada peserta tes.

BACA JUGA: Revisi UU ASN Hanya untuk Menyelesaikan Honorer K2, Catat ya!

Selokan yang dipakai untuk “tes lapangan” ini letaknya di pinggir jalan raya. Saat para peserta tes berada di selokan, tampak setidaknya empat pria berseragam PNS berdiri di pinggir selokan. Mereka yang memberikan instruksi ke peserta tes.

Ada juga foto yang beredar, para honorer K2 disuruh membersihkan selokan, yang tampak tidak dalam.

BACA JUGA: Anggota Komisi II DPR: Selain Honorer K2, Urusannya Lain Lagi

"Sangat tidak manusiawi. Apalagi lihat gaya pejabatnya ini sok berkuasa," kata Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih kepada JPNN.com, Selasa (10/12).

Dia mengaku kaget menerima laporan dari anggotanya yang ikut tes lapangan (disuruh masuk selokan). Begitu melihat videonya, Nur mengaku hatinya berontak. Kenapa model tes dilakukan sangat tidak manusiawi.

"Itu saya dapat laporan dari teman-teman honorer K2 di Keluharan Jelambar tetapi rerata Jakarta Barat tesnya masuk got semua,” cetus Nur Baitih.

“Padahal yang ikut tes itu ada petugas komputer. Jadi bukan semuanya pasukan orange," ucapnya.

Mereka, lanjut Nur, memang butuh pekerjaan. Mereka ingin pekerjaan yang layak tetapi tidak seperti ini caranya.

Perlakuan yang tidak manusiawi ini dipertontonkan oleh pejabat dan secara tidak langsung ini juga menjelekkan nama baik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Mereka kerja di Instansi pemerintahan loh. Bukan buruh pabrik. Sementara buruh pabrik juga enggak begitu banget. Semoga Pak Gubernur bisa lihat langsung kelakuan anak buahnya di lapangan yang tidak manusiawi," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, JPNN.com masih mencoba mengonfirmasi ke pejabat Pemprov DKI Jakarta terkasus peristiwa tersebut. (esy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler