Teten: Publik Bisa Menangkap Sinyal Itu

Rabu, 04 November 2015 – 06:52 WIB
Kepala Staf Presiden Teten Masduki. Foto: Agus Wahyudi/dok.Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengakui jika dirinya belum mendengar rencana reshuffle dari presiden secara langsung.

Meski demikian, beberapa pernyataan presiden memang menyiratkan keinginan untuk mengoptimalkan kinerja Kabinet Kerja melalui reshuffle. ''Saya kira publik juga bisa menangkap sinyal itu,'' katanya, kemarin.

BACA JUGA: Usai Bertemu JK, Waketum PAN: Menebak-nebak ya Silakan

Terkait kapan pelaksanaan reshuffle, Teten mengaku belum tahu. Termasuk, soal informasi yang beredar menyebut bahwa reshuffle akan dilakukan pertengahan November atau usai Pilkada serentak 9 Desember mendatang. "Soal waktu, soal calon, itu prerogatif presiden," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP di DPR Epyardi Azda tidak banyak berkomentar atas masuknya PAN ke dalam kabinet.

BACA JUGA: Inikah Menteri yang Bakal Kena Reshuffle?

"Itu haknya PAN, dan mereka memang sudah mengatakan akan mendukung pemerintah," ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (3/11). KMP pun, khususnya PPP tidak akan menghalangi.

Dia menjelaskan, Zulkifli Hasan sudah menemui KMP untuk mengutarakan niatnya mendukung pemerintah. meski begitu, PAN menyatakan tidak akan keluar dari KMP. Hal tersebut, lanjutnya, sebenarnya cukup aneh, dan bahkan kurang etis. Namun hal itu merupakan sikap politik yang dipilih PAN.

BACA JUGA: Soal Reshuffle II, PAN Dikabarkan Dapat Tiga Kursi Menteri, Benarkah?

Disinggung mengenai dampak masuknya PAN di Kabinet terhadap posisi KIH, menurut Epyardi potensinya memang ada. Terlebih, apabila memang ada jatah menteri yang dikurangi, maka wajar apabila KIH mempertanyakan hal tersebut.

"Tapi itu urusan mereka lah, lagipula pada dasarnya penunjukan menteri adalah hak prerogatif Presiden," tambahnya. (bay/dyn/owi/byu)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Elit KIH Kumpul di Rumah Ibu Mega, Bocorannya...Ini yang Dibahas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler