Tiada Hari Tanpa Tanam dan Panen, Bantul Surplus Beras

Minggu, 31 Desember 2017 – 08:25 WIB
Petani panen di sawah. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com, BANTUL - Memasuki awal 2018 ini, produksi padi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melimpah. Harga beras stabil.

Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kabupaten Bantul, Pulung Hariyadi, mengatakan tanam padi September 2017 waktu lalu telah menghasilkan panen pada Desember 2017 seluas kurang lebih 2.506 ha dan produktivitasnya 6,76 ton per ha.

BACA JUGA: Jelang Tahun Baru, Petani di Bali Serentak Panen Padi

Dengan demikian diperoleh hasil kurang lebih 16.940 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 10.170 ton beras.

Pada Januari nanti juga akan ada panen kurang lebih seluas 1.510 ha.

BACA JUGA: Akhir Tahun, Stok dan Harga Beras di Jogja Aman

“Kebutuhan di daerah kami dengan jumlah penduduk kurang lebih 937.560 jiwa dgn konsumsi 86, 5 kilogram per kapita per tahun maka dibutuhkan beras sekitar 6.739 ton per bulan. Artinya kebutuhan beras Bantul tercukupi bahkan surplus beras sekitar 3.431 ton pada bulan ini,” demikian katanya di Bantul.

Pulung menjelaskan, terjaminnya produksi padi Kabupaten Bantul ini disebabkan pemda bersama pemerintah pusat khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) dan dukungan semua pihak yang terjun langsung bersama petani meningkatkan produksi padi.

BACA JUGA: Mentan Amran Sulaiman Sanjung Wali Kota Makassar

Misalnya, telah membangun dan memperbaiki jaringan irigasi tersier, optimasi lahan, bantuan banyak ke petani, pompa air, traktor dan benih berkualitas, subsidi pupuk dan lainnya.

"Ucapan terima kasih kami untuk pak Menteri Amran karena kegigihan beliau membangun pertanian semua menjadi terasa mudah dan barokah,” imbuhnya.

Pulung menambahkan, Kabupaten Bantul di samping dikenal sebagai produsen penganan geplak, kerajinan gerabah kasongan dan industri kerajinan kulit di Manding, juga sebagai sentra padi di Yogyakarta.

Pihaknya menugaskan petugas lapang rutin terjun ke lapangan guna memantau pertanaman.

“Jadi proses produksi petani benar benar didampingi dengan baik,” tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, petani Dusun Balong, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, Ngatijo Harjo mengatakan setelah di panen, sawah diolah untuk menanam IR64.

Pekerjaan mengolah tanah dengan traktor, mendapatkan upah Rp 300.000 sehari kerja.

“Di sini petani menjual bukan gabah pak, tapi beras Rp 9.000-10.000 per kg,” ujarnya.

Pengurus Kelompok Tani Tanjung Mulyo, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, Sumijo mengatakan, musim ini padi varietas ciherang menghasilkan 7,8 ton per ha. Harga gabah di sawah Rp 4.800 per kg.

"Alhamdulillah ini hasil padi bagus, berkah bagi kami saat tahun baru 2018. Terima kasih kami kepada pemerintah,” tuturnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cerita Mentan Pecat 2 Pegawainya yang Peras Jenderal


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler