Tiap 2 Hari, 3 Balita Korban Bom Samarinda Jalani Operasi

Kamis, 17 November 2016 – 13:13 WIB
Salah satu korban bom Samarinda. Foto: Prokal/JPNN

jpnn.com - SAMARINDA – Tiga balita yang menjadi korban bom di Gereja Oikumene, Samarinda, masih dirawat RSUD Abdul Wahab Sjahranie

Ketiganya adalah Alvaro, Anita dan Triniti. Kondisi mereka mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif.

BACA JUGA: Mau Bercengkrama Dengan Hiu Paus? Ke Gorontalo Aja

Kepala humas di rumah sakit itu, dr Muhammad Febian Satrio mengatakan, ketiga korban sudah dalam satu ruangan.

“Kondisi korban relatif stabil, operasi masih dilakukan secara bertahap,” kata dia, Rabu (16/11) kemarin.

BACA JUGA: BNNP Tahan 17 Orang, 7 Positif Narkoba

Tiap dua hari sekali dilakukan operasi pembersihan luka terhadap pasien.

Langkah itu disebut dengan debridement, yaitu tindakan medis pada luka bakar yang dalam.

BACA JUGA: Gereja-Gereja di Surabaya Diperketat

Hal itu bertujuan membuang jaringan nekrosis maupun debris yang menghalangi proses penyembuhan luka dan potensi berkembangnya infeksi.

Tindakan tersebut juga merupakan pemutus respons inflamasi sistemik dan sepsis.

Secara medis, tindakan dilakukan sedini mungkin dan dilakukan berulang untuk kesembuhan optimal.

“Untuk Triniti, masih menjalani masa kritis, trauma inhalasi masih sulit dievaluasi karena adanya di dalam. Tapi kondisinya secara umum membaik,” ujar dia.

Sementara Alvaro dan Anita berada dalam kondisi yang relatif stabil.

Namun, mereka perlu perawatan untuk penyembuhan luka dan pembersihan jaringan yang rutin.

 “Sebab, keduanya mengalami luka bakar yang dalam,” beber Satrio. (el/edw/aim/rom/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... UMK Surabaya Direncanakan Naik Rp 251 Ribu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler