Tidak Ada Dikotomi, Kemendikbud Pastikan Semua Dapat Subsidi Kuota Internet

Senin, 07 September 2020 – 16:18 WIB
Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam. Foto: tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan seluruh mahasiswa dan dosen baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) akan mendapatkan kuota internet selama empat bulan ke depan. Jatah kuota internet untuk mahasiswa dan dosen sebanyak 50 GB per bulan yang diberikan mulai September sampai Desember 2020.

"Pogram Kemendikbud untuk bantuan kuota internet pembelajaran daring diberikan pada seluruh mahasiswa PTN dan PTS, insyaallah sama tidak dibeda-bedakan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam di Jakarta, Senin (7/9).

BACA JUGA: Subsidi Kuota Internet, Pemerintah juga Seharusnya Memikirkan Daerah yang Susah Jaringan

Tidak hanya mahasiswa, lanjutnya, dosen juga demikian. Kemendikbud tidak hanya fokus pada PTN. Bahkan kata Nizam, proses pendataan nomor mahasiswa dan dosen sedang berjalan baik di PTN maupun PTS.

Dihubungi terpisah Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof Asep Saefuddin mengatakan, pihaknya sementara melakukan pendataan kepada dosen dan mahasiswa yang aktif.

BACA JUGA: Program Subsidi Kuota, Provider Gencar Rayu Kepala Sekolah

Dia juga menegaskan, saat ini dikotomi PTN dan PTS sudah tidak ada lagi. Ini dilihat dari berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

Misalnya pemerintah telah mengubah status Kopertis (Kordinator Perguruan Tinggi Swasta) itu menjadi LLDIKTI (Lembaga Layanan Perguruan Tinggi) berbasis wilayah dan mencakup PTN dan PTS. 

BACA JUGA: Siswa Miskin Dapat Subsidi Kuota 35 GB per Bulan, Siswa Tajir Juga Kebagian

Asep melanjutkan, dosen-dosen PTS yang mempunyai NIDN (Nomer Induk Dosen Nasional) walaupun bukan PNS juga mendapat tunjangan Serdos (Sertifikat Dosen). Artinya bantuan pulsa itu tentu bagi seluruh dosen dan mahasiswa baik PTN dan PTS

"Jangan sampai pemerintah tidak memegang amanah ini. Namun, saya yakin dosen dan mahasiswa PTS itu semuanya akan dapat sesuai dengan data yang dikirimkan oleh pimpinan universitas ke LLDIKTI di wilayah masing-masing," tandas guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler