Tidak Harus Ganjar, Ada Tito, JK, Gatot, Doni, Boy

Selasa, 25 Mei 2021 – 15:17 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Hendri Satrio menilai Ganjar Pranowo tidak harus dipaksakan menjadi calon presiden atau Capres di Pilpres 2024 bila memang tidak diusung oleh PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan Hendri merespons kemungkinan gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu diusung partai lain dan berpasangan dengan sejumlah nama lainnya yang masuk bursa capres.

BACA JUGA: Ada Pesan Serius dari Bang Ruhut untuk Mas Ganjar

"Calon presiden kan enggak harus Ganjar, kan. Masih banyak yang lain. Jadi, enggak perlu dipaksakan harus Ganjar juga," ucap Hendri kepada JPNN.com, Selasa (25/5).

Pendiri KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) itu menyebutkan, hasil survei lembaganya menunjukkan ada banyak figur yang muncul sebagai kandidat capres.

BACA JUGA: Video Adegan Asusila Bidan PNS Begituan dengan Selingkuhan di Mobil Jadi Viral, Gempar

"KedaiKOPI saja dapat 500 nama kok. Banyak. Dari timur itu ada Zulkieflimansyah, ada JK (Jusuf Kalla, red), Abraham Samad," ucap Hendri Satrio.

Sementara dari klaster Polri, dosen komunikasi politik Universitas Paramadina itu menyebut ada nama Budi Gunawan, Tito Karnavian, Boy Rafli Amar hingga Firli Bahuri.

BACA JUGA: Ganjar Jadi Sorotan, Ruhut: Kami Sudah Sepakat Siapa Nanti Calon Presiden...

"Terus klaster TNI itu ada Gatot Nurmantyo, ada Doni Monardo," sebut Hendri.

Selanjutnya ada lagi klaster kepala daerah. Dari kalangan gubernur saja ada sosok Anies Baswedan, Ridwan Kamil, hingga Edy Rahmayadi.

"Jadi, banyak. Enggak harus dipaksakan Ganjar-lah," pungkas Hendri Satrio.

Sebelumnya nama Ganjar Pranowo menjadi sorotan setelah tidak diundang dalam acara internal PDIP di Semarang pada Sabtu 22/5) lalu.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengungkapkan bahwa Ganjar memang tak diundang pada kegiatan yang dihadiri Puan Maharani.

Pacul -panggilan akrabnya- dalam siaran persnya menyebut Ganjar berambisi maju pada Pilpres 2024. Menurut dia, gubernur ke-15 Jateng itu telah mengabaikan norma kepartaian demi ambisi politik.

BACA JUGA: Makam Wali Allah Bikin Resah, Warga Minta Segera Dibongkar

Tudingan Pacul itu didasari kemunculan Ganjar yang begitu intens di medsos dan media massa.

"Ganjar sampai rela menjadi host di YouTube-nya, padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDIP lain yang juga berpotensi untuk nyapres," ujar Pacul. (fat/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler