Tidur dan Cuci Baju Sendiri, Makan di Kantin

Jumat, 14 Mei 2010 – 08:20 WIB
HENDRAWAN tampak membaur dengan pebulu tangkis Malaysia saat mereka menghadapi IndonesiaSesekali dia tampak tersenyum ke bench tim Indonesia, membalas sapa rekan-rekannya dari tim Indonesia

BACA JUGA: UBER CUP : Dahaga Juara Semakin Panjang

Ketika tim Uber Malaysia menghadapi Indonesia Rabu lalu (12/5), bench tim negeri jiran itu memang bersebelahan dengan Indonesia

 

 RACHMAD SETIAWAN, Kuala Lumpur



Beberapa tahun lalu, Hendrawan berpeluh keringat membela Merah Putih

BACA JUGA: Buang Memori Buruk 1992

Tapi, kali ini dia menjadi bagian dari Malaysia yang menghadapi Indonesia
"Saya sedang merintis kepelatihan di sini (Malaysia)

BACA JUGA: Sudah Genggam Kekuatan Lawan

Suatu saat nanti, saya berharap bisa kembali di Indonesia sebagai pelatih lagi," tegas pria yang akrab disapa Wawan tersebut
 
Karena itu, dia rela berada jauh dengan keluarga"Sejak menjadi pelatih Malaysia tahun lalu, Wawan memang tidak membawa keluarganya ke Malaysia.   "Istri dan anak saya lebih senang di Jakarta," jelasnyaKarena itu, dia harus bolak-balik ke Jakarta dua atau tiga minggu sekali
 
"Kalau anak-anak libur, mungkin saya bisa sekitar dua minggu pulang," tutur pria kelahiran Malang itu.?Karena jauh dari keluarga, Wawan sering melakukan pekerjaan rumah sendiri"Ya beginilah, tidur sendiri, mencuci baju sendiriCuma saya nggak masak sendiri karena makan di kantin," tutur bapak dua anak tersebut
 
Dia mengatakan senang melalui masa sulit tersebutWawan menganggap, pengalaman melatih Malaysia bermanfaat bagi dirinya pada masa mendatangSejauh ini, peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia 2001 itu memang belum memiliki rencana masa depan setelah kontraknya selama dua tahun di Malaysia usai.
 
Yang pasti, dia ingin melatih Indonesia"Tapi, saya tidak tahu kapan melatih Indonesia," terang diaDia mengatakan ingin terus menimba pengalaman di mana pun, termasuk putaran final Piala Thomas-Uber 2010 di Malaysia
 
Dia menjelaskan, peluang Tiongkok di even tersebut sangat besarHanya, peluangnya tak sebesar even-even sebelumnya"Sebab, kekuatan negara-negara lain seperti Indonesia, Korea Selatan, Jepang atau Denmark relatif merata, terutama di sektor ganda," terang Wawan yang melatih sektor tunggal pria Malaysia itu(*/c8/diq)

BACA ARTIKEL LAINNYA... THOMAS CUP: Dua Kali Pukul India, Kini Giliran Jepang...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler