Tifatul Rawan Di-Reshuffle

Rabu, 14 Juli 2010 – 13:05 WIB
JAKARTA - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi meragukan reshuffle bakal terjadi sebelum KIB Jilid II genap berusia setahun pada Oktober 2010Dia mengingatkan bahwa Presiden SBY selalu mengedepankan alasan kinerja setiap akan melakukan reshuffle

BACA JUGA: Istana Belum Berniat Reshuffle

"Justifikasi empirisnya memang sudah disediakan UKP4 pimpinan Pak Kuntoro," kata Burhan.

Meski begitu, lanjut dia, alasan kinerja tersebut baru valid kalau setiap menteri mempunyai waktu setahun untuk membuktikan kinerjanya
Apakah terkategori baik atau buruk

BACA JUGA: MA Ingatkan Priyo: Jangan Campuri Kewenangan Presiden

"Kalau reshuffle kurang dari setahun, alasan kinerja menjadi tidak valid," ujar peneliti senior di Lembaga Survei Indonesia (LSI) tersebut
Burhan menambahkan, persoalan kinerja memang akan dimunculkan di depan layar

BACA JUGA: Tifatul Pasrah Kepada Presiden

Namun, banyal variabel lain dan hitung-hitungan politis yang mendasari apakah seorang menteri akan di-reshuffle atau tidak.

 Menurut Burhan, di antara tiga menteri yang diberi rapor merah, Menkominfo Tifatul Sembiring paling berpotensi tergeser kalau SBY memutuskan untuk me-reshuffle kabinetnyaSalah satu pemicunya adalah parpol asal Tifatul, yakni PKS, dianggap tidak konsisten mendukung pemerintahan SBY-BoedionoItu terbukti dalam sikap PKS atas kasus bailout Bank Century.

Selain itu, ada persoalan internal PKS yang menyulitkan Tifatul untuk bertahan di kabinet"Elite-elite PKS sekarang relatif kurang sreg dengan posisi Tifatul," kata BurhanFigur Tifatul dipandang kurang mendukung citra keterbukaan PKS yang didengungkan setelah munas.

"Tifatul yang tergolong faksi keadilan punya masalah serius dengan Hilmi dan Anis Matta dari faksi kesejahteraan," ujarnyaTapi, kalau Tifatul sampai benar-benar di-reshuffle, itu juga menjadi masalah serius bagi PKS"Jangan-jangan penggantinya malah bukan dari PKS," ujarnya.

Dia menyebut kans Patrialis Akbar lebih kecil untuk di-reshuffle karena PAN termasuk konsisten mendukung SBY-BoedionoPatrialis juga mendapat rapor merah karena anggaran untuk program lapas baru turun akhir JuniJadi, masih ada kesempatan untuk menyelesaikan program yang dianggap minus tersebut"Patrialis juga mendapat dukungan penuh dari internal PANBila sampai di-reshuffle, bisa muncul persoalan yang complicatedMisalnya, PAN melakukan pembangkangan," tegasnya(pri/sof/dyn/c7/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rapor Merah versus Ambisi Reshuffle Kabinet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler