Tiga Kelompok Pendemo Gelar Aksi Bersamaan ke KPK

Rabu, 18 Mei 2011 – 14:40 WIB
JAKARTA - Sebanyak tiga kelompok pendemo menggelar aksi secara hampir berbarengan di KPK, Rabu (18/5)Mereka masing-masing yaitu dari Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (Jamak), BEM se-Jakarta, serta dari Komite Pemuda Anti Korupsi (Kapak).

Masing-masing kelompok mengusung isu berbeda

BACA JUGA: Polisi Disebut Kesulitan Menangkap karena Takut Parpol

Jika Jamak mendesak (tindak lanjut) kasus korupsi KPU Kota Palembang, BEM se-Jakarta meminta agar kasus korupsi Century dituntaskan
Sementara itu Kapak, berharap pemeriksaan suap Wisma Atlet juga dilakukan terhadap Menpora Andi Mallarangeng, M Nazarudin, serta Angelina Sondakh.

Ketiga kelompok pendemo tersebut memang tidak datang persis bersamaan

BACA JUGA: Menag Minta Awasi Kegiatan Mahasiswa di Kampus

Yang pertama adalah Jamak, kemudian diikuti kehadiran BEM se-Jakarta, serta setengah jam berikutnya baru muncul kelompok Kapak
"Busyro, mana nyalimu?" tegas salah seorang orator dari BEM.

Lantaran yang menggelar aksi datang dari tiga kelompok, tak ayal suasana di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, siang ini sekitar pukul 14.00 WIB, menjadi hiruk pikuk

BACA JUGA: HTI: Densus 88 Sering Ciptakan Bukti

Apalagi saat ketiganya memekikkan orasi mereka melalui pengeras suara yang dibawa"KPK jangan tebang pilih! Mengapa sampai saat ini Busyro tak memanggil Andi Malaranggeng, Nazarudin dan Angelina? KPK tak bernyali menghadapi orang Demokrat!" pekik pendemo dari Kapak pula.

Tak hanya mendesak KPK memeriksa ketiga pentolan Partai Demokrat yang disebutkan tersebut, Kapak juga membakar spanduk yang menampilkan foto ketiga sosok itu"Tangkap Andi Mallarangeng!" seru massa tersebut.

Demo ketiga kelompok dengan jumlah massa mencapai 300-an orang di depan Gedung KPK itu, cukup mendapat perhatian warga yang lalu-lalang di Jalan HR Rasuna SaidMeski tidak sampai membuat macet, arus lalu lintas harus merayap karenanya, lantaran sepertiga badan jalan di jalur lambat dijejali pendemo.

Pendemo juga menegaskan dan mengancam, bahwa jika KPK tak merespon aspirasi yang disampaikan, maka demo dalam jumlah besar siap dilakukan pada aksi berikutnya"Bila perlu kita kepung, duduki, dan ambil alih KPK, agar bisa berperan efektif memberantas korupsiBukan hanya sekadar pajangan dan menjadi mainan lembaga ini (KPK)," ujar demonstran(mur/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ormas Islam Desak DPR Tolak RUU Intelijen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler