Timnas Indonesia Kalah, Zainudin Amali Sempat Tanya ke Pejabat Vietnam

Kamis, 12 Desember 2019 – 08:16 WIB
Pelatih Timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri (kiri) menenangkan Osvaldo Haay (kedua kiri) dan Evan Dimas (ketiga kanan) seusai kalah dari Timnas Vietnam , Selasa (10/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

jpnn.com, MANILA - Timnas Indonesia mengalami kekalahan saat laga Final SEA Games 2019 kontra Vietnam, Selasa (10/12).

Dari kekalahan itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyiapkan peta jalan pengembangan sepak bola nasional demi meningkatkan prestasi di kancah internasional.

BACA JUGA: Kalimat Bijak Evan Dimas usai Kakinya Diinjak Keras Pemain Vietnam

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan, dengan modal Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembanunan Persepakbolaan Nasional, seluruh pemangku kepentingan akan terlibat dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

"Saya dan seluruh pemangku kepentingan, akan menyusun peta jalan pengembangan sepak bola nasional," kata Zainudin, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (11/12).

BACA JUGA: Menurut Pengamat, di Menit-menit Ini Konsentrasi Timnas Indonesia Buyar

Dikatakan Zainudin, pengembangan sepak bola nasional bukan hanya tanggung jawab Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) semata. Akan tetapi termasuk kementerian lembaga dengan peranan pada masing-masing bidang.

"Sepakbola bukan hanya tanggung jawab PSSI. Misalnya, tidak memiki lahan, maka Kementerian ATR/BPN akan mencarikan lahan, dan yang membangun Kementerian PUPR," kata Zainudin.

BACA JUGA: Brigadir AU Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat

Di ajang SEA Games 2019, Timnas Indonesia meraih medali perak setelah dibungkam Vietnam dengan skor 0-3 pada laga final cabang sepak bola di Stadion Rizal Footbal Manila, Filipina (10/12).

Zainudin mengatakan, pihaknya sempat melakukan pembicaraan dengan Menteri Olahraga Vietnam terkait pengembangan sepak bola di negara tersebut.

Zainudin mengatakan, prestasi yang berhasil ditorehkan Vietnam pada SEA Games 2019, merupakan buah dari persiapan selama 10 tahun.

"Tidak ada pengukiran prestasi yang instan. Harus jangka panjang, terstruktur, dan punya arah yang jelas. Kita akan lakukan itu untuk sepak bola," kata Zainudin.

Kekalahan Timnas U-22 pada laga puncak SEA Games 2019, sekaligus menandai kegagalan Indonesia untuk membawa pulang medali emas pada cabang sepak bola selama 28 tahun. Sementara Vietnam, emas yagn diraih merupakan yang pertama.

Vietnam juga berhasil mengawinkan medali emas cabang sepak bola untuk kategori putra dan putri. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler