Tinggal Demokrat yang Ngotot Presidential Threshold Nol Persen

Sabtu, 08 Juli 2017 – 08:26 WIB
Benny K Harman. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pendapat sejumlah fraksi di Pansus RUU Pemilu soal presidential threshold semakin condong memilih jalan tengah. Yakni sedikit menurunkan angka yang diminta pemerintah.

Hanya Partai Demokrat yang masih ngotot dengan ambang batas presiden nol persen.

BACA JUGA: CATAT! Mendagri Tak Akan Mengubah Sikap Tentang Presidential Threshold

Sebelumnya sikap DPR tentang ambang batas perolehan suara parpol untuk mencalonkan presiden terbagi dalam dua kubu. Yaitu, pendukung ambang batas 20–25 persen dan ambang batas nol persen.

Namun, kondisi itu berubah. Menjelang pengambilan keputusan pada 10 Juli dan paripurna 20 Juli, banyak partai yang melunak.

BACA JUGA: Mendagri Tjahjo Kumolo: Dana Bantuan Parpol Diaudit BPK

Selain PAN dan Partai Gerindra yang siap melakukan negosiasi dan bisa menerima jalan tengah, beberapa partai lain bersikap sama.

PKB, misalnya. Partai yang diketuai Muhaimin Iskandar itu siap mendukung jalan tengah, yaitu ambang batas 10–15 persen.

BACA JUGA: Presidential Threshold, Muncul Opsi Jalan Tengah

”Sebelumnya kami kan ingin presidential threshold sama dengan parliamentary threshold 5 persen,” terang Siti Masrifah, anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi PKB, kepada Jawa Pos kemarin (7/7).

Menurut dia, angka itu bisa menjembatani antara pihak nol persen dan kubu 20–25 persen. Jangan sampai terjun bebas menjadi nol dan jangan pula terlalu tinggi sampai 20 persen.

Jadi, menurut dia, angka 10 persen merupakan pilihan yang tepat. Dia berharap jalan tengah itu menjadi pertimbangan dan keputusan dalam pansus.

PPP juga siap mengikuti jalan tengah. Sebelumnya, partai berlambang Kakbah itu mengusung ambang batas pencalonan presiden nol persen.

Namun, melihat dinamika politik yang terjadi di pansus, partai tersebut pun bisa menerima angka 10–15 persen.

”PPP siap berkompromi soal presidential threshold,” terang anggota pansus dari Fraksi PPP Achmad Baidowi.

PKS yang sebelumnya mengusung ambang batas nol persen kini juga condong terhadap jalan tengah.

Sutriyono, anggota pansus dari Fraksi PKS, menyatakan bahwa pembahasan yang dilakukan telah melahirkan kompromi ke angka 10–15 persen. ”Kami masih menunggu pertemuan dan lobi-lobi selanjutnya,” terang dia.

Sutriyono tidak menyebutkan angka pasti sebelum mengikuti pertemuan lanjutan pada 10 Juli. Namun, dia berharap ada titik temu dalam isu krusial itu.

Partai Hanura juga dengan tegas mengusung jalan tengah. Menurut mereka, angka 10–15 persen merupakan pilihan yang tepat.

Rufinus Hotmaulana Hotauruk, anggota pansus dari Fraksi Partai Hanura, bahkan mengajak partai lain untuk bisa menerima pilihan itu. ”Ambang batas tetap diperlukan untuk memilih presiden yang baik,” tutur dia.

Sementara itu, PDIP, Partai Nasdem, dan Partai Golkar tetap bersikukuh dengan angka 20–25 persen. ”Kami sepakat dengan pemerintah,” terang Johnny G. Plate, anggota pansus dari Fraksi Partai Nasdem.

Di sisi lain, dari sepuluh fraksi di DPR, hanya Partai Demokrat yang sampai sekarang masih menginginkan ambang batas nol persen.

”Sikap kami masih sama, nol persen,” terang Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman kepada Jawa Pos kemarin. (lum/c10/fat)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Ada Hubungan Peningkatan Dana Parpol dengan Pembahasan RUU Pemilu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler