TNI Perlu Mewaspadai Ancaman Perang yang Satu ini

Selasa, 05 Oktober 2021 – 20:22 WIB
Ilustrasi - Sejumlah prajurit TNI melakukan persiapan jelang pameran alutsista TNI di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (4/10/2021). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan adanya ancaman bahaya perang ideologi.

Dia mengingatkan agar TNI senantiasa mewaspadainya.

BACA JUGA: Simak Pengalaman Letkol Bayu Jaga Perbatasan, Seru!

Bamsoet mengingatkan pada peringatan HUT ke-76 TNI.

Menurutnya, ancaman perang ideologi perlu diwaspadai selain ancaman perang modern yang kini bertumpu pada teknologi digital, perang nuklir, biologi kimia dan teknologi jarak jauh lainnya.

Bersama MPR RI, kata dia, TNI harus turut terlibat dalam vaksinasi ideologi menggunakan vaksin 'Empat Pilar MPR RI'.

BACA JUGA: Said Iqbal Pimpin Partai Buruh, HNW Mengaitkannya dengan PKS

Vaksin empat pilar MPR RI sangat penting dilakukan untuk meningkatkan imunitas masyarakat agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

"Perang ideologi dunia merupakan bahaya laten yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (5/10).

Menurutnya, ada semacam kealpaan dalam mentransformasikan ideologi kebangsaan dari rumusan-rumusan ideal abstrak menjadi praktik-praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan harus berani diakui.

"Indonesia juga belum sepenuhnya optimal dalam mencegah infiltrasi narasi dan gerakan kontra ideologi negara dalam berbagai aspek," ucapnya.

Dia mengapresiasi berbagai kinerja TNI sehingga selalu berada di urutan pertama sebagai lembaga negara yang paling dipercaya rakyat.

BACA JUGA: Siapa ya Kandidat Panglima TNI Memenuhi Faktor Penting ini?

Hal itu terlihat pada Survei Indikator yang dilakukan 13-17 April 2021, misalnya TNI berada di peringkat pertama dengan memperoleh 89 persen kepercayaan rakyat.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang melakukan survei pada 25-31 Januari 2020 mencatat TNI mendapatkan 95 persen kepercayaan rakyat.

"Untuk tetap menjaga kepercayaan rakyat, TNI harus senantiasa meningkatkan kinerja, tentunya dengan dukungan alutsista yang memadai," katanya

Saat ini, lanjut Bamsoet, TNI sedang memasuki tahap ketiga (2020-2024) penyelesaian minimum essential force (MEF).

Hingga, kata dia, pada tahun ini MEF yang tercapai baru sekitar 60 persen.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu menyebutkan perayaan HUT Ke-76 TNI harus dijadikan momentum peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya dalam kepemilikan rumah.

Menurutnya, para prajurit selama ini hanya mendapatkan fasilitas rumah dinas yang jika pensiun harus dikembalikan kepada negara.

Tidak jarang, keberadaan rumah dinas justru membuat lahirnya berbagai masalah di kemudian hari.

"Walaupun sudah ada 11 komponen tunjangan yang diterima prajurit, jumlahnya belum terlalu memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Karena itu, peningkatan tunjangan menjadi mutlak dilakukan," katanya.

Bamsoet menilai pemerintah bisa memulainya dengan meningkatkan tunjangan kinerja 60 persen dari gaji pokok, menjadi 70 hingga 80 persen dari gaji pokok prajurit.(Antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler