Tolak Kenaikan Harga BBM, 2 Ribu Kader PMII Bakal Demo di Depan Istana

Minggu, 04 September 2022 – 17:28 WIB
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. Foto: Dokumentasi Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) direspons negatif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka mengutuk keras kebijakan tersebut.

"Kami sebagai PMII mengutuk keras keputusan pemerintah yang tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat," tegas Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/9).

BACA JUGA: Jokowi Naikkan Harga BBM, Ruhut Sitompul: Memang Awalnya Sakit...

Pria yang akrab disapa Abe tersebut juga mengatakan bahwa PMII akan terus mengawal kebijakan ini hingga dicabut.

"Kami PMII meminta agar kebijakan pemerintah ini segera dicabut. Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) di seluruh Indonesia. Kami akan serempak turun aksi ke jalan di berbagai daerah. Kami tidak segan juga akan turun aksi di depan Istana dan mengerahkan 2.000 kader dari seluruh Indonesia," imbuh Abe.

BACA JUGA: PKS Tolak Keras Kenaikan Harga BBM, Ruhut Sitompul Senyum, Tertawa, Lalu Bereaksi Keras

Lulusan Magister Universitas Duisburg-Essen Jerman tersebut menyebutkan bahwa jika pemerintah mau menaikkan harga BBM, harusnya diimbangi dengan upah buruh yang dan fasilitas publik yang memadai.

"Jika pemerintah membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara lain, harusnya upah buruh, fasilitas kesehatan dan fasilitas publik juga harus diperbaiki terlebih dahulu. Sedangkan saat ini yang terjadi sangat berbanding terbalik," paparnya.

BACA JUGA: HMI Pustara Berharap Subsidi BBM Dialihkan Untuk Pengembangan Industri Hilir

Abe meminta pemerintah tidak sembrono setiap kebijakan yang mau diambil harus dengan pertimbangan yang matang.

"Pemerintah sebagai pihak yang memiliki fungsi state management harusnya setiap mau mengambil kebijakan berdasarkan pertimbangan yang matang. Kebijakan yang mau diambil harus difikirkan secara holistik. Karena kebijakan menaikkan harga BBM ini akan berdampak dari hulu hingga hilir," pungkas pria kelahiran Cirebon tersebut.

Diketahui bahwa sebagaimana pamflet yang tersebar, PMII akan menggelar aksi "Menolak Kenaikan BBM" di depan Istana Negara tanggal 5 September 2022 mulai pukul 13.00. (dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler