TOP, RNI Siap Adopsi Teknologi Kanker

Jumat, 03 Maret 2017 – 04:21 WIB
Ilustrasi. Gedung RNI. Foto Ist

jpnn.com - jpnn.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan hasil penelitian.

Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk mendorong proses alih teknologi serta pengembangan skala bisnis perseroan melalui pemanfaatan berbagai hasil riset dan inovasi.

BACA JUGA: Tingkatkan Hasil Inovasi, RNI Gandeng UGM

Kerjasama ini juga selaras dengan program Nawacita yang diusung pemerintah dalam menciptakan daya saing melalui pengembangan industri berbasis riset dan inovasi.

“Selama ini para peneliti, baik dari perguruan tinggi maupun lembaga riset pemerintah, diminta agar melakukan riset yang aplikatif. Untuk mendukung hal tersebut perlu kesiapan semua stakeholder, salah satunya dari kalangan pelaku industri agar hasil riset bisa diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Didik.

BACA JUGA: RNI Terus Kembangkan Bisnis Farmasi dan Alkes

Adapun kerja sama yang dilakukan melingkupi berbagai bidang di antaranya farmasi, alat kesehatan (alkes), dan agro industri.

Untuk pengembangan farmasi dan alkes, RNI melalui anak perusahaannya yang bergerak dalam bidang farmasi dan alkes, PT Phapros akan berkolaborasi bersama LIPI mengembangkan berbagai produk obat dan alkes.

BACA JUGA: RNI Terbitkan Surat Utang Jangka Menengah Rp 865 Miliar

Salah satunya, Kit Diagnostic Kanker Payudara yang berfungsi sebagai deteksi dini kanker stadium awal. PT Phapros tengah melakukan penjajakan untuk mengadopsi dan memproduksi salah satu hasil penelitian LIPI yang telah masuk dalam tahap hilirisasi tersebut.

Sementara itu, PT RNI melalui Anak Perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang alkes, PT Mitra Rajawali Banjaran kini tengah mengembangkan dua produk alat kesehatan anyar yaitu safety box jarum suntik dan hydroxyapatite scaffold.

Untuk produk kotak pengaman (safety box), bakal menjadi tempat pembuangan limbah jarum suntik. Saat ini, produk tersebut tengah uji laboratorium klinis di Denmark.

"PT RNI tengah menggenjot pengembangan farmasi dan alkes, hal ini sebagai upaya mengurangi impor alat kesehatan melalui peningkatan produksi," harap dia.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... LIPI Sudah Hasilkan 504 Paten


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PT RNI   LIPI  

Terpopuler