TPK Koja Komitmen Jaga Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan Tj Priok

Kamis, 24 Agustus 2017 – 20:05 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara yang menjadi salah satu gerbang ekspor dan impor. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Manajemen Terminal Petikemas Koja (TPK KOJA) menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah agar pelayanan di pelabuhan sebagai obyek vital nasional tetap berjalan dengan baik dalam mendukung kegiatan perekonomian.

BACA JUGA: Pelabuhan Pulau Baai Diharapkan Jadi Gerbang Eksport Import

“Pelayanan bongkar muat di TPK Koja berjalan normal, sejauh ini tidak ada kendala," ujar Corporate Secretary TPK Koja, Nuryono Arief, Rabu (23/8).

Arief menjelaskan, sejak satu bulan terakhir ini, selain menangani bongkar muat kontainer di dermaga sendiri, TPK Koja juga diminta untuk menangani dan memastikan atas kegiataan arus barang berjalan dengan lancar di Pelabuhan Tanjung Priok.

BACA JUGA: Kemenhub Pisahkan Peran Regulator dan Operator

Terminal Petikemas Koja juga bertekad tetap menjaga produktivitas di dermaga dan terus bekerja keras mengoptimalkan produktivitas dan layanan kepada para pelanggan di dermaga utara PT JICT.

Sejauh ini, tugas yang diberikan kepada TPK Koja tersebut bisa dikerjakan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yan baik dengan semua pihak di Terminal petikemas yang sahamnya dimiliki oleh Pelindo II dan Hutchison Port Indonesia (HPI) .

BACA JUGA: Pakde Karwo Siap Bantu Tingkatkan Arus Logistik di Pelabuhan

“Kami buktikan dengan pencapaian kinerja bongkar muat di dermaga utara yang sekarang sudah menunjukkan BCH (Box Crane per Hour) begitu juga dengan VOR (Vessel Operating Rate) sudah membaik, terus meningkat seiring dengan penataan lapangan sehingga proses bongkar muat menjadi lebih efisien dan tentunya berdampak kecepatan bongkar muat," jelasnya.

Dengan demikian, menurut Arief kinerja terminal sudah berjalan sesuai harapan.

"Jika ada hal hal yang memang perlu dilakukan perbaikan, kami dengan senang hati bisa menerima masukan sehingga akan menjadi lebih baik lagi. Kerja sama kami dengan PT JICT akan tetap berlangsung sampai dengan 31 Desember 2017 dan akan terus dievaluasi bersama PT JICT, secara bertahap," terang dia.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyebutkan TPK Koja berada di peringkat satu)dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) di antara belasan anak usaha PT Pelindo II sepanjang 2016 dan 2015 .

Dalam penilaian tersebut, TPK Koja meraih angka 82,03 untuk tahun buku 2016 dan nilai GCG pada 2015 yakni 73,81.(chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembangkan Usaha, Anak Pelindo II Tawarkan 30 Persen Saham


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler