Tragedi Hercules, Anak Letda Agus: Papaku Nanti Ditaruh di Situ

Kamis, 02 Juli 2015 – 11:20 WIB
Foto Letda Kal Agus Sriyadi bersama istri tercinta Serma Sweet Eka Ferri Indiarti dan dua jagoannya, Raka dan Rafa yang terpajang di dinding ruang tamu. FOTO Yessy Artada/JPNN.com

jpnn.com - DUKA mendalam menyelimuti Komplek Angkasa Halim Perdanakusuma, tepatnya di kediaman Letda Kal Agus Sriyadi, Jalan Bayu, Jakarta Timur, Rabu (1/7) malam. Rumah yang dihuni empat orang itu kini begitu senyap.

------------------------------------------------

BACA JUGA: Tentara Tegar itu Langsung Lunglai saat Menatap Jenazah Dua Putri Cantiknya

YESSY ARTADA, Jakarta


Di rumah nomor 909 itulah, Letda Agus tinggal bersama istrinya, Serma Sweet Eka Ferri Indiarti dan dua jagoannya, Raka dan Rafa. Letda Agus tewas dalam musibah kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan, Selasa (30/6) kemarin.

BACA JUGA: Kapten Sandy Dikenal Cerdas, Lettu Pandu Baru Dua Bulan Menikah

Pria berusia 43 tahun itu meninggalkan dua orang anak yang masih kecil, Raka duduk di bangku kelas 6 SD sedangkan adiknya, Rafa belum sekolah.

"Raka sebentar lagi mau masuk SMP, adiknya nanti mau masuk kelas 1 SD," kata Sumarno, rekan almarhum kepada JPNN.com, Rabu (1/7).

BACA JUGA: Dikenal Sopan dan Tak Pernah Mau Merepotkan

Rafa bersama Raka, saat ini ditemani oleh mertuanya. 

Setelah mendengar kabar bahwa suaminya ada di pesawat Hercules yang jatuh, Eka langsung bertolak ke Medan.

Mertua Letda Agus langsung menangis saat ditanya mengenai sosok menantunya itu. "Maaf ibu nggak bisa ngomong, masih sedih," ujar salah satu pihak keluarga.

Ya, mata mertua Letda Agus masih berkaca-kaca tak kuasa menahan rasa sedihnya kehilangan menantu yang dibanggakannya itu.

Namun, rasa sedih tersebut tak begitu nampak di raut wajah anak Letda Agus, khususnya si kecil Rafa. Dia masih tampak asyik main dengan teman-teman sebayanya. Seolah tak menyadari bila ayahnya tercinta, sudah dipanggil Tuhan untuk selama-lamanya.  

Masih mengenakan kaos berwarna putih, Rafa terus berlari keluar masuk rumah. Sesekali dia duduk di kursi di dalam tenda bersama teman sebayanya. Saat dipanggil masuk ke rumah, dia bahkan tak mau duduk, Rafa lebih memilih ke luar bermain bersama teman-temannya.

Meski tak terlihat terus menangis, Rafa tahu kalau ayahnya itu sudah tiada. Dengan polosnya Rafa bilang kalau ayahnya nanti akan tiba di depan rumah. Percakapan itu Rafa sampaikan saat ngobrol dengan temannya.

"Papa kamu mana?," tanya salah satu satu teman Rafa.

"Kan udah meninggal, tapi kan itu, papaku nanti di taruh di situ," ungkap Rafa sembari menunjuk meja yang sudah dipersiapkan untuk membaringkan jenazah ayahnya dari Medan. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Ganteng Ini Lihai Menari Remo, juga Jago Ceramah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler