Tragedi Pembunuhan Bidan Cantik Picu Ketegangan

Rabu, 19 April 2017 – 06:29 WIB
Almarhumah Afivah Arachman. Foto Malut Post/JPNN.com

jpnn.com, TIDORE - Tragedi pembunuhan yang diduga disertai dengan perkosaan terhadap bidan cantik Afivah Arachman berbuntut. Tersangka yang kini sudah diketahui identitasnya memicu kemarahan warga Kelurahan Dowora, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. 

Malut Post (Jawa Pos Group) melansir, sebagian besar warga Kelurahan Dowora tumpah di jalan setelah tahu bahwa tersangkanya adalah Musrad Hi Jafar yang kini sudah tertangkap.

BACA JUGA: Rica Nona Naik Lagi, Keriting Turun

Warga mengetahui kabar penangkapan Musrad beredar luas di media sosial lewat akun instagram bernama forengers046.

Sang pemilik akun yang diduga seorang polisi itu mengunggah rekaman video tentang upaya polisi menangkap pelaku di Labuha.

BACA JUGA: Jokowi Minta Malut Fokus Kembangkan Sektor Unggulan

Terduga Musrad. Foto Malut Post/JPNN.com

Sekitar pukul 13.00 WIT, pemilik akun instagram forengers046 menulis status tentang keberhasilan polisi menangkap pelaku pembunuhan bidan Afivah.

BACA JUGA: Perlu Pembinaan Berjenjang dan Kompetisi Berkelanjutan

“Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap,” tulis pemilik akun instagram forengers046 sebagaimana dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group).

Kondisi berubah tegang tadi malam. Sekitar pukul 22.00 WIT warga Kelurahan Dowora tumpah di jalan. Sebagian dari mereka tampak emosi dan ingin menyerang rumah yang menjadi tempat tinggal Musrad.

Musrad tinggal bersama kakaknya, Nurhayati Husen di RT 04 Kelurahan Dowora. Rumah mereka hanya berjarak sekira 50 meter dari Pustu, tempat dimana Afivah ditemukan tewas. Warga yang emosi sempat melempar rumah tersebut.

Beruntung polisi cepat turun ke lokasi dan menghalau warga yang hendak melakukan aksi main hakim sendiri.

Tak ingin terjadi sesuatu yang merugikan, polisi kemudian mengamankan Nurhayati dan suaminya, Syafril Syarif ke Mapolres Tikep Senin (17/4) malam.

Ketua RT 04 Kelurahan Dowora Hj Ragwan Daud mengaku tidak mengetahui persis sejak kapan Musrad tinggal di rumah kakaknya. “Dia (Musrad) tinggal di rumah keluarganya tanpa sepengetahuan RT,” ungkap Ragwan.

Musrad keseharian dikenal warga sebagai buruh salah satu toko di Pasar Goto. Sementara di kartu identitasnya, tertulis pekerjaan Musrad adalah mahasiswa.

Menurut keterangan beberapa warga, terduga sempat menyatakan cintanya kepada korban. “Namun cintanya ditolak,” kata salah satu warga.

Ragwan sendiri tampak serius menyikapi kondisi pasca penangkapan terduga pembunuhan. Selain mengimbau warganya agar tidak bertindak melanggar hukum, dia juga meminta pemulihan nama baik warga Dowora.

“Dalam kasus ini, ada beberapa warga yang dicurigai sebagai pelaku. Karena itu, setelah ditangkapnya terduga ini, kami mohon pemulihan nama baik di Kelurahan Dowora,” ucap Ragwan.

(far/cr-07/fai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat tuh, Pak Camat Diadang Warga, Diusir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler