jpnn.com, ACEH JAYA - Pekan Nasional (Penas) XV Petani dan Nelayan di Aceh Besar yang resmi ditutup Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Kamis (11/5), tidak hanya sukses dari segi pertukaran informasi teknologi pertanian.
Dalam laporan Ketua Umum KTNA Nasional sekaligus Ketua Panitia Penas XV Winarno Tohir, acara tiga tahun sekali ini juga sukses dalam meningkatkan perekonomian petani dan masyarakat. Itu ditandai dengan besarnya perputaran uang di arena Penas.
BACA JUGA: Penas XV Aceh Sukses Wujudkan Pertukaran Teknologi
"Selain pertukaran teknologi, hasil yang diperoleh pada Penas Aceh, telah terjadi transaksi pasar lelang komoditas di antaranya jambu biji, kopi gayo, bawang merah, hingga jagung mencapai Rp 16,1 miliar," ujar Winarto saat penutupan Penas XV di Stadion Harapan Bangsa.
Hitungan itu belum termasuk perputaran uang do sektor UMKM yang turut meramaikan arena Penas XV, serta peredaran uang di bidang perhotelan dan souvenir. Sebab, acara itu dihadiri sekitar 35 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Banyak Masalah Teknis, Petani Kakao Aceh Minta Solusi Pemerintah
Penutupan acara itu dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono, Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir, Wakil Gubernur Sumatra Barat dan Wagub Sumatra Selatan serta ribuan peserta se-Nusantara.
Winarno juga mengatakan pelaksanaan gelar teknologi di arena Penas sangat baik diterapkan petani di seluruh Indonesia, khususnya Aceh.
BACA JUGA: Selain PaJale, BPPT Kembangkan Tanaman Kurma di Aceh
Scara khusus, KTNA Nasional mengucapkan apresiasi atas kontribusi Kementerian Pertanian terhadap Penas XV. Termasuk memberikan doorprice berupa alat mesin pertanian dan benih kepada peserta Penas.
Pantauan JPNn saat penutupan acara itu, ada 10 kabupaten dan kota yang mendapat doorprice berupa traktor roda dua.(fat/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Kabupaten Suplai Kebutuhan Pangan Ibu Kota
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam