Tri Rismaharini: Penanganan COVID-19 di Surabaya Bak Perang

Selasa, 09 Maret 2021 – 18:57 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: source for JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengibaratkan penanganan COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, seperti mau perang.

Risma menyampaikan hal itu saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penaggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB Jakarta, Selasa (9/3).

BACA JUGA: Wamenkes Soroti Kendornya Disiplin Masyarakat Menjalankan Protokol Kesehatan 3M

Wanita yang akrab disapa Bu Risma itu mengenang dirinya sering naik sepeda motor menyusuri setiap kampung untuk sosialisasi protokol kesehatan saat masih menjadi Wali Kota Surabaya.

BACA JUGA: Banyak yang Mendesak Jokowi Pecat Moeldoko dari KSP, Ada Kepentingan Apa?

BACA JUGA: Polres Tulungagung Tangkap 45 Pengedar Narkoba Periode Januari hingga Februari 2021

Bu Risma juga tak segan mengejar warga Surabaya yang ketahuan tidak memakai masker di luar rumah.

Mantan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto yang punya latar belakang militer pernah menyentil Bu Risma yang tampak serius menangani COVID-19 di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Wamenkes Ungkap Pekerjaan Rumah Pemerintah Selama Setahun Menangani Covid-19 

“Bu Risma, ada apa ini kok kayak perang?” ujar menteri yang juga kader PDIP itu menirukan pertanyaan Terawan.

BACA JUGA: Soal Kisruh di Demokrat, Yasonna: Jangan Main Serang Tanpa Dasar

“Lho, iya. Ini perang, Pak. Saya perang melawan Covid-19,” sambung Risma mengenang dialognya dengan mantan tentara dengan pangkat terakhir letnan jenderal itu.

Tri Rismaharini mengaku dirinya agak bandel karena kurang memperhatikan kesehatannya saat menangani COVID-10 di Surabaya.

Namun, ia mengaku rela melakukan hal itu lantaran Surabaya pernah masuk dalam zona merah COVID-19.

BACA JUGA: Siswi SMP Dibawa Pacar ke Pondok Sawah, Ternyata Sudah Ditunggu 5 Pemuda Bejat, Terjadilah

"Naik motor saya bagi masker ke kampung-kampung, kemudian saya 'halo halo.' Saya marah betul kalau enggak ada yang pakai masker, saya kejar dia," ujarnya.

Risma memilih berkantor di tenda yang didirikan dekat Balai Kota Surabaya saat banyak pejabat memilih bekerja dalam ruangan atau rumah saat pandemi COVID-19.

Dia bakal berada di tenda tersebut untuk melakukan rapat secara daring dengan lurah dan camat membahas soal akses keluar masuk warga Surabaya jika ditemukan ada yang terjangkit COVID-19.

"Misalnya yang sakit banyak, kawasan itu harus ditutup, enggak boleh keluar. Kita kasih makan semua dan kita suplai. Alhamdulillah itu turun drastis pada saat itu, betapa sulitnya kami saat tidak punya peralatan," ujarnya di hadapan peserta rakor. (mcr6/antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Kediri Siapkan Pembelajaran Tatap Muka


Redaktur & Reporter : Angga Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler