Tujuh Polisi Hajar Lima Warga yang Lagi Ronda, Dor! Dor!

Senin, 24 Oktober 2016 – 08:22 WIB
Oknum polisi sudah ditangkap. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - MANADO - Diduga karena pengaruh minuman keras, tujuh oknum anggota Polres Minahasa Selatan (Minsel) Sulut, tega menganiaya lima petugas ronda asal Kelurahan Pondang. 

Tidak hanya memukul, mereka juga menembaki para korban. 

BACA JUGA: Hidup Gini Amat Dek.. Jambret Tas Buat Beli Miras

Akibat kejadian itu, paha Rifra Tombey (19), tertancap peluru. Peristiwa itu terjadi Minggu (23/10) dinihari.  

Menurut keterangan Rifra, saat itu ia dan empat temannya, Imanuel Mangindaan (20), Clifef Rumangit (20), Josua Lapod (18), dan Junior Lapod (21), mendapat giliran untuk jega malam di kelurahan mereka.

BACA JUGA: Ayah Biadab Ini Cabuli Anak 3 Tahun

Saat berada di depan Kantor Samsat, mereka dikejutkan dengan teriakan dari dalam mobil yang lewat. 

“Mobil dari arah Amurang ke Tumpaan. Mereka teriak, dan saya menjawab,’iyo bataria jo, ini kwa ngoni pe jalan,” jelas Rifra. 

BACA JUGA: Bejat! Cekoki Miras dan Cabuli Siswi SMK

Tak lama berselang, dua unit mobil jenis mini bus berhenti di depan mereka, dan tujuh oknum Polisi turun dari mobil. 

Tanpa banyak bicara, lima polisi langsung menganiaya kelima korban secara membabi buta. 

Gilanya lagi, salah salah satu pelaku mengeluarkan Pistol dan menodong kearah para korban. 

Dua kali bunyi letusan pistol terdengar, dibaregi suara teriakan kesakitan dari Rifra karena peluru sudah bersarang di paha kaki kanannya. 

Akibat kejadian itu, tak hanya kena tembak, kelima korban juga babak belur, dan luka memar hampir di sekujur tubuh mereka. 

Tak terima dengan ulah para pelaku, pihak keluarga kelima korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Minsel.

Kepada sejumlah wartawan, salah satu keluarga korban mengungkapkan kekesalannya, dan meminta agar ketujuh Polisi itu harus diproses sesuai dengan undang-undang.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas,” ujar warga sembari meminta namanya jangan dikorankan.

“Polisi seharusnya harusnya lebih berwibawa, dan menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Bukannya menjadi momok menakutkan bagi masyarakat,” ketus mereka.

Begitu mendapat laporan dari warga, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SIK SH MSi, langsung memerintahkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) melakukan penyelidikan.

“Setelah menerima laporan, langsung mengamankan oknum anggota yang diduga terlibat masalah tersebut. Ketujuh anggota saat ini sedang diinterogasi  unit provos maupun paminal, juga akan melaksanakan tes urine terhadap para oknum anggota tersebut. Langkah tegas ini merupakan perintah Kapolres,” ujar Kasi Propam Polres Minsel IPDA Rani Rorong SE.

Kepada keluarga korban, Kapolres menyatakan permohonan maaf atas insiden tersebut.

“Kami selaku Pimpinan Polres Minahasa Selatan, menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Permasalahan ini akan kami selidiki lebih dalam, baik motifnya, modus maupun kronologis lengkap kejadian,” tegas Kapolres.

Mohon untuk warga masyarakat mempercayakan seluruh penanganan kasus ini pada pihak kepolisian.  

“Yakinlah, bahwa dalam Penegakan Hukum kami tidak pernah tebang pilih tersangkanya, terlebih yang melibatkan anggota Polisi. Kami sangat tidak mendukung adanya kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota,” tutup Kapolres.(PM/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dokter Kecantikan Palsu Asal Tiongkok Ini Tarifnya Wow Banget


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler