Uang Tebusan Dibayar, Sandera Tetap Dieksekusi

Sabtu, 02 April 2016 – 12:07 WIB
Kelompok Abu Sayyaf. Foto ilustrasi: AFP

jpnn.com - MANILA – Ulah kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan melakukan penyanderaan dan meminta uang tebusan bukanlah pertama kali dilakukan.

Menyandera dan kemudian meminta tebusan adalah cara mereka untuk membiayai perjuangannya. 

BACA JUGA: Ibu Menlu ke Manila, Ini Kesulitan yang Dihadapi

First Secretary KBRI di Manila Basriana Basrul kepada wartawan Jawa Pos Candra Wahyudi di Manila kemarin, mengatakan, dua warga Malaysia juga pernah disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

Para penyandera mengajukan uang tebusan. Meski akhirnya dipenuhi, hal itu bukan jaminan keselamatan bagi sandera.

BACA JUGA: Presiden Palestina Kirim Pesan Menggugah buat Israel

Dalam kasus tersebut, penyandera memang membebaskan warga Malaysia tersebut. Tapi, hanya satu. Sementara itu, seorang sandera lainnya tetap dieksekusi. 

’’Alasannya karena uang tebusan yang diterima tidak sesuai dengan permintaan,’’ ungkap diplomat yang sudah dua tahun bertugas di Manila tersebut. (ca/sof)

BACA JUGA: Brutal! ISIS Lempari Dua Sipil Pakai Batu, Mati

BACA ARTIKEL LAINNYA... Catat Sejarah, Pria Amerika Digaji Menjadi Ninja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler