Udara Kota Padang Bahayakan Kesehatan

Sabtu, 01 Maret 2014 – 11:56 WIB

jpnn.com - PADANG--Bapedalda Padang telah melakukan uji kelayakan udara di Kota Padang. Dari data yang diambil di kawasan Imam Bonjol, kualitas udara sangat buruk. Sehingga sangat membahayakan bagi kesehatan terutama saluran pernafasan.

 

Kepala Bapedalda Padang Edi Hasymi menyampaikan data dari hasil laboratorium menemukan untuk partikel debu (pm10) sudah mencapai 218 µg/nm3. Padahal untuk batas baku mutu (normal), adalah 150 µg/nm3.

BACA JUGA: Perhari Tiga Titik Hutan Terbakar

"Ya dilihat dari kenormalan, ini sudah sangat jauh dari ambang batas. Ini sangat membahayakan bagi kesehatan," katanya.

BACA JUGA: Di Yapen, Brimob dan Kelompok Bersenjata Baku tembak

Dia menambahkan partikel debu ini merupakan yang halus. Sehingga tidak bisa disaring oleh bulu hidung.  Artinya, debu ini akan langsung masuk ke paru-paru. "Dipastikan akan meningkat penederita saluran pernafasan. Terutama bagi anak-anak," katanya.

Edi menambahkan secara marathon akan melakukan peninjauan dan pengujian kualitas udara di berberapa tempat lainnya secara rutin. Bapedalda telah melakukan koordinasi dengan sejumlah SKPD dengan memberikan laporan ini.
Bagi Masker

BACA JUGA: Depresi, PNS Gantung Diri

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Kota Padang membagikan 8.000 masker gratis ini, dilatarbelakangi oleh kondisi cuaca Kota Padang mulai diselimuti oleh asap, dimana akbiat dari kondisi asap yang mulai meburuk ini mempengaruhi kondisi kesehatan warga padang, yang sudah mulai banyak terjangkit penyakit gangguan pada pernafasan (Ispa).

Ini dapat terlihat, pada beberapa Puskesmas di Padang, sudah mulai banyak melayani pasien dengan diagnosa Ispa. Terjadi peningkatan angka pada pasien penderita Ispa di Puskesmas Alai, yang mana angka pasien Ispa berdasarkan laporan harian dari Puskesmas tersebut sudah menunjukkan peningkatan. Tercatat per 27/02 pasien Ispa yang ditanganinya sebanyak 310 pasien dari 280 pasien yang tercatat pada akhir bulan Januari.

"Sudah ada terjadi peningkatan jumlah pasien Ispa yang kami tangani di Puskesmas ini, dan kami juga sudah mewaspadai peningkatan angka ini dengan telah melakukan beberapa program dari Puskesmas kami yaitu berupa penyuluhan dan pembagian masker gratis yang dimulai hari ini," kata dr. Inna Rokendry Azwar, Kepala Pusakesmas Alai.

Dapat dilaporkan bahwa, sudah 10 orang dewasa yang terdiaknosa positif Ispa yang berobat ke Puskesmas Alai pagi itu (28/2, 09.00 wib). Rata-rata dari pasien tersebut mengeluhkan keadaan yang sakit pada sistem pernafasannya. Agustiman, 58, warga Parak Kopi, mengeluhkan sudah tiga hari ini, ia mengalami keadaan batuk-batuk dan susah bernafas.

Hal yang berbeda didapatkan dari Puskesmas Seberang Padang, menurut pengakuan dari Kepala Puskesmas, dr. Citra Septiyenri Syahnur, menerangkan bahwa tidak adanya suatu peningkatan yang berarti bagi pasien Ispadi Puskesmasnya.

"Kondisi asap ini kan baru berlangsung beberapa hari ini, jadi tidak ada begitu terlalu bermakna peningkatan dari jumlah pasien Ispa akibat kabut ini, namun kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar apabila beraktivitas diluar rumah hendaknya menggunakan masker," jelas Kepala Puskesmas itu.

Sekko Padang Nasir Ahmad mengimbau kepada masyarakatnya agar tidak perlu terbebani dan khawatir akan kondisi gangguan udara ini, dan bersama-sama bekerja sama agar tidak melakukan pembakaran sampah secara berlebihan sehingga memperparah keadaan cuaca Kota Padang. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat agar berhati-hati terutama kepada anak-anak tingkat usia dini, yakni Taman Kanank-Kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD), yang rentan terhadap kondisi ini untuk selalu memakai masker.

Stock masker pada setiap puskesmas di Kota Padang akan ditambah sebanyak, 300 hingga 500 buah, dan akan selalu siap untuk didistribusikan kepada pasien yang berobat di puskesmas.(eko/cr3/zil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Beli Tanah, Dosen Ditipu Rp 400 Juta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler