Uji Coba LRT Jabodebek, Pak Bambang Puji Kualitas Kereta Garapan PT INKA

Kamis, 28 November 2019 – 18:18 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro uji coba LRT. Foto: Humas Kemenristek/BRIN for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro melakukan uji coba kereta LRT (Light Rail Transit) Jabodebek dari Stasiun Cibubur-Ciracas, Kamis (28/11).

Bambang memuji kualitas kereta garapan PT INKA (Persero), perjalanannya serta operasionalnya yang sangat mulus, hampir tidak ada kebisingan dan sangat lancar.

BACA JUGA: LRT Jabodebek Ditargetkan Rampung 2021

"Ini menunjukan kemampuan penguasaan riset teknologi dan inovasi putra putri bangsa Indonesia untuk beberapa teknologi penting per keretaapian, melalui kolaborasi PT INKA (Persero) yang dengan berbagai lembaga seperti BPPT, LIPI maupun perguruan tinggi, telah tercapai untuk sebagian teknologinya. Ke depan diyakini teknologi-teknologi ini akan sangat dibutuhkan di Indonesia," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, Kemenristek/BRIN sangat mendukung pengembangan industri kereta api di Indonesia. Kemenristek/BRIN sendiri telah melakukan pengujian ini dari mulai dari tahap proses pembuatan gerbong hingga pengoperasian yang dibuat PT INKA (Persero) dengan proses pengujian oleh BPPT dan LIPI.

BACA JUGA: LRT Jakarta Bisa Angkut 14 Ribu Penumpang Per Hari

Kereta LRT ini nantinya akan menghubungkan jalur Cibubur-Cawang-Dukuh Atas, dimana jalur Cawang terhubung ke rute Bekasi.

Kemenristek/BRIN sangat mendukung dalam pengembangan Industri perkeretaapian ke depan, karena dalam Rencana Jangka Menengah Pembangunan Nasional (RPJMN) 5 tahun ke depan akan berkembang.

BACA JUGA: Bambang Brodjonegoro Sebut Hasil Riset dari Indonesia Kurang Dikenal Dunia

"Ada 5 kota besar yang membangun sistem transportasi massal berbasis rel/berbasis kereta api, artinya kebutuhan akan kereta api gerbongnya lokomotifnya maupun infrastruktur relnya akan sangat besar," ungkapnya.

Menteri Bambang menambahkan dalam pengembangan industri kereta api hal yang perlu diperhatikan selain tingkat komponen dalam negeri kereta, juga kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perkeretaapian. Putra-putri Indonesia harus terus menerus ditingkatkan kemampuan penguasaan teknologi di bidang kereta api, mulai dari proses produksi hingga pengoperasian.

"Unsur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari LRT khususnya yang lokomotif, buatan dalam negeri. LRT ini murni buatan bangsa Indonesia, gerbongnya dari PT INKA (Persero). Sedangkan infrastruktur relnya dari PT Adhi Karya, tetapi teknologinya memang masih beli dari luar negeri," terang Menteri Bambang.

Pada kesempatan sama Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan kereta LRT yang telah dibangun oleh PT INKA (Persero) ini telah dilakukan pengujian oleh BPPT baik dari segi sistem persinyalannya serta maupun infrastrukturnya. Seperti gerbong, sistem kendali, AC dan juga getarannya.

Selain menggandeng peneliti dari lembaga riset seperti BPPT, LIPI, perguruan tinggi dalam penelitian dan pengembangan teknologi kereta sehingga dapat diproduksi di dalam negeri. Kemenristek/BRIN mendorong PT INKA (Persero) untuk bersinergi dengan beberapa industri lokal yang mempunyai potensi untuk mendukung industri perkeretaapian Indonesia ke depan seperti PT Krakatau Steel diharapkan dapat menyuplai material stainless steel, PT Inalum dan PT Alakasa dapat menyuplai ekstrusi aluminium yang keduanya digunakan sebagai material car body.

Dari sisi sistem propulsi, PT Pindad dapat menyediakan generator dan motor traksi. Ke depan, desain maskara untuk kereta cepat dapat dikerjakan bersama PT Dirgantara Indonesia. (esy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler