Ulama Indonesia Terpilih Sebagai Ketua Komite Syariah di WHFC

Minggu, 17 Mei 2015 – 20:34 WIB
Asrorun Niam Sholeh, sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpilih menjadi ketua Komite Syariah World Halal Food Council (WHFC) baru saja digelar pada pertemuan umum tengah tahun (Semi Annual General Meeting) yang dilaksanakan pada 15 sampai 17 Mei 2015 di Melbourne, Australia. Foto for JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com JAKARTA - Suksesi Ketua Komite Syariah World Halal Food Council (WHFC) baru saja digelar pada pertemuan umum tengah tahun (Semi Annual General Meeting) yang dilaksanakan pada 15 sampai 17 Mei 2015 di Melbourne, Australia.

Yang terpilih adalah Asrorun Niam Sholeh, sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Terpilihnya wakil Indonesia tersebut ditetapkan melalui voting, mengalahkan calon incumbent, Dr Fahd Shalah al-Aridl, dari kementerian Kehakiman Saudi Arabia yg diusulkan oleh Halal International Association (HIA) Italiy.

BACA JUGA: Beranikah Sekjen PBB Kritik AS Terkait Vonis Mati untuk Dzhokhar Tsarnaev?

Asrorun Niam Sholeh diusulkan oleh delegasi China Islamic Assosiaton (CIA), melalui ketuanya, Professor Thayyib Mukhtar Muto.

"Doktor Asrorun Niam dari MUI memiliki kompetensi untuk memimpin lembaga sharia di WHFC, untuk itu kami mengusulkan delegasi dari Indonesia", ujar guru besar hukum Islam alumni Universitas al-Azhar Kairo dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Chodri, dari Amerika dalam rilis yang diterima JPNN.com, Minggu (17/5).

BACA JUGA: Ngeriii...Restoran Ini Sajikan Menu Daging Manusia

Mengingat ada dua calon yang diusulkan, maka pimpinan sidang memutuskan pengambilan suara untuk menentukan pimpinan.

Dalam pertemuan yang dihadiri 28 badan pangan halal dunia dari 20 negara itu diputuskan kepemimpinan komite sharia dipercayakan ke Asrorun Niam Sholeh, menggantikan incumbent.

BACA JUGA: Di Balik Kontroversi Eksekusi Menhan Korut dengan Senjata Antipesawat

"Ini adalah kepercayaan dari masyarakat dunia kepada kami, amanah bagi saya dan juga Indonesia. Ini wujud apresiasi dunia pada Indonesia, untuk menjadi penjuru bagi perjuangan pangan halal secara global. Kebanggaan buat Indonesia sekaligus tantangan. Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik sesuai amanah", ujar Niam.

Lebih lanjut menurut Alumnus Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jember Jawa Timur ini menjelaskan, hal ini juga menjadi momentum bagi konsolidasi di dalam negeri untuk lebih memapankan kelembagaan halal setelah diundangkannya UU Jaminan Produk Halal  akhir tahun 2014.

"Dunia mengakui posisi penting Indonesia dalam mainstreaming isu halal dalam kebijakan global, dan ini tidak lepas dari pioneering yang dilakukan oleh MUI sekian puluh tahun lalu", tegasnya.

Seusai terpilih menjadi Ketua, Asrorun Niam Sholeh langsung memimpin Shariah Committe Meeting dengan tiga agenda; status penetapan sertifikasi halal oleh lembaga non-muslim; penentuan standar kematian hewan yang disembelih; dan status hewan yang mayoritas pangannya berasal dari barang najis.

Acara yang dihelat di East Prestone Islamic College Melbourne Australia ini dibuka secara resmi oleh otoritas Negara Bagian Victoria, dan dihadiri  perwakilan negara-negara peserta. (awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Brunei Pusing Urusi Kasus WNI Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler