Unggah Bukti Tak Korupsi, Najib Malah Ketahuan Belangnya

Rabu, 12 September 2018 – 16:24 WIB
PM Malaysia Najib Razak. Foto: thestar

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Setelah tiga tahun sejak kali pertama disebut-sebut sebagai tokoh utama korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Najib Razak akhirnya memamerkan bukti. Namun, langkah ini justru mengungkap kebohongan baru yang dilakukannya.

Total, ada enam dokumen yang dia unggah melalui akun Facebook-nya pada Senin malam (10/9). Yakni, dua surat keterangan dan empat bukti transfer.

BACA JUGA: Najib Serang Mahathir Pakai Pajak Bakpao

"Sekarang sudah terlalu terlambat bagi Najib untuk mengungkap dokumen-dokumen yang keasliannya diragukan itu," kata Lim Kit Siang, anggota parlemen dari Gelang Patah.

Jika memang tidak bersalah, mengapa Najib harus menunggu selama tiga tahun untuk mengungkap bukti? Menurut Lim, sikap pasif Najib dalam menghadapi skandal korupsi terbesar Malaysia tersebut telah mencoreng reputasi baik negerinya.

BACA JUGA: Najib Terus Seret Arab Saudi ke Pusaran Skandal 1MDB

Senin itu, Najib menjelaskan bahwa dirinya telah mengantisipasi kritik dan pertanyaan seputar keputusannya mengunggah enam bukti tertulis tersebut. Karena itu, dalam unggahannya di Facebook, tokoh 65 tahun itu juga memaparkan alasan di balik keputusan kontroversial itu.

Najib menyatakan, almarhum Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud tidak ingin publik tahu soal sumbangan itu. Sebab, hadiah itu memang Raja Abdullah berikan kepada Najib secara pribadi.

BACA JUGA: Kantongi Tiga Dakwaan Baru, Najib Membisu

"Karena saya bukan lagi PM dan Raja Abdullah telah meninggal, saya rasa sekaranglah saat yang tepat untuk membersihkan nama saya," tulis PM Ke-6 Malaysia tersebut sebagaimana dilansir The Straits Times.

Menurut Najib, Raja Abdullah menjanjikan hadiah USD 100 juta atau setara Rp 1,48 triliun untuknya. Mengapa? Sebab, Najib dianggap sukses menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam pemerintahannya. Karena yang diterimanya adalah hadiah, Najib dan pemerintahannya tidak terikat apa pun. Saudi juga tidak minta imbalan apa pun.

Najib memaparkan, almarhum Raja Abdullah ketika itu resah karena muncul isu Malaysia Spring (Arab Spring versi Malaysia). Karena itu, almarhum lantas mengatasnamakan Najib dan UMNO sebagai penerima hadiah. Bantuan itu diharapkan bisa digunakan rakyat Malaysia. "Ada beberapa saksi saat itu," tulis Najib.

Dalam dua surat keterangan yang Najib unggah terlihat, dokumen tersebut merupakan milik Abdulaziz bin Majid Al Saud. Itulah yang tampak dari kop suratnya. Namun, tanda tangan yang tercantum dalam dokumen tersebut bertulisan Abdulaziz bin Al Saud. Nama dalam tanda tangan itu tidak merujuk kepada anggota Kerajaan Saudi secara spesifik.

Malaysiakini menyebut, bukti-bukti Najib janggal. Terutama dua surat yang menerangkan hadiah untuk Najib tersebut. Empat dokumen yang berupa bukti transfer itu juga tidak meyakinkan. Di sana tertulis nama Pangeran Faisal bin Turki bin Bandar Al Saud sebagai pengirim dana. Padahal, nama itu palsu.

Berdasar penelusuran Malaysiakini, tidak pernah ada nama itu. Dua tokoh yang namanya hampir sama adalah Pangeran Faisal bin Bandar yang kini menjadi gubernur Riyadh dan Pangeran Faisal bin Turki selaku pendiri Global Strategic Studies Institute. (sha/c14/hep)

 

Bukti Unggahan Najib Razak

Dua lembar surat berkop Saud Abdulaziz Majid Al Saud tertanggal 1 Februari 2011 berisi janji Kerajaan Arab Saudi untuk menghadiahkan USD 100 juta atau setara Rp 1,48 triliun buat Najib. Surat itu diteken Saud Abdulaziz Al Saud.

Dua bukti transfer masing-masing USD 10 juta (Rp 148,7 miliar) ke rekening pribadi Najib. Pengirim dana dalam transaksi 23 Februari dan 13 Juni 2011 itu adalah Pangeran Faisal bin Turkey bin Bandar Al Saud.

Bukti transfer ke rekening Najib sebesar USD 49.999.998 (Rp743,9 miliar) dari Kementerian Keuangan Saudi tertanggal 18 Agustus 2011.

Bukti transfer ke rekening Najib sebesar USD 29.999.988 (Rp 446,3 miliar) dari Kementerian Keuangan Saudi tertanggal 25 November 2011.

Sumber: The Straits Times, Facebook

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Dakwaan Baru untuk Dato Najib


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler