Update Level PPKM di Sejumlah Daerah, Luhut Binsar Punya Kabar Baik

Selasa, 30 November 2021 – 08:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan update terkini soal status penerapan PPKM Jawa Bali. Foto: Dok. Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan update terkini soal status penerapan PPKM Jawa Bali.

"Penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil," ujar Luhut Binsar dalam evaluasi mingguan, Senin Malam (29/11).

BACA JUGA: PPKM Level 3 Menghadapi Nataru Keputusan Tepat

Dia membeberkan jumlah kasus covid yang terus terjaga pada tingkat yang cukup rendah. Penurunan penularan Covid-19 pada angka 99 persen sejak puncak kasus bulan Juli lalu.

Berdasarkan hasil asesmen 27 November 2021 terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level dua dan sebanyak delapan kabupaten kota yang masuk ke dalam level satu.

BACA JUGA: Waduh! Warga Sumut yang Langgar PPKM Level III Bakal Diisolasi

Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level dua di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek. 

Luhut menyampaikan berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idulfitri 2021.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Tegaskan PPKM Level 3 Demi Kebaikan Bersama

"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," ungkap Menko Luhut.

Saat ini, lanjut dia, jumlah testing dan tracing jauh lebih tinggi dibandingkan dengan November tahun lalu. Tingkat vaksinasi sudah di atas 60 persen dibandingkan dengan 2020 di saat program vaksinasi belum berjalan.

Selain itu, Menko Luhut juga meminta masyarakat tak panik karena pemerintah telah memiliki aplikasi yang terintegrasi--Peduli Lindungi yang perlu untuk terus ditegakkan penggunaannya.

Dia meminta masyarakat tetap taat protokol kesehatan agar peningkatan kasus secara signifikan pada Juli lalu tidak terjadi kembali.

"Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini," tegas Luhut Binsar. (mcr10/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler